Sekolah Hanya 2 Jam, PTM di Bandung Mulai September

Sekolah Hanya 2 Jam, PTM di Bandung Mulai September

Pemerintah Kota Bandung menyatakan siap menggelar sekolah dengan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas mulai minggu kedua September 2021.

PTM digelar berkat kondisi Kota Bandung yang dinilai kian sehat atau kondusif. Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, memaparkan sejumlah aturan PTM di Kota Bandung.

1. Jam masuk sekolah berbeda-beda

Jam masuk tiap tingkatan kelas akan berbeda-beda. Contohnya SMP kelas 7 masuk pukul 07.00 WIB, lalau kelas 8 pukul 07.30 WIB, dan kelas 9 pukul 08.00 WIB.

Baca Juga

2. Belajar hanya dua jam dengan dua mata pelajaran

Saat PTM nanti, pembelajaran hanya berlangsung maksimal dua jam dan sebanyak dua mata pelajaran dengan masing-masing satu jam.

“Nah pulangnya kelas 7 karena ini hanya dua jam pulangnya pukul 9, kelas 8 pulangnya setengah 10, dan kelas 9 pulang pukul 10. Dalam PTM maksimum diberikan mata pelajaran dua dengan masing masing satu jam,” kata Ema di Bandung, Senin 30 Agustus 2021.

3. Kantin tidak boleh buka

Ema menegaskan, tidak ada kantin sekolah yang boleh buka selama PTM terbatas ini. Siswa diwajibkan membawa makan dan minum sendiri, membawa hand sanitizer dan sekolah menyediakan tempat cuci tangan.

4. Alur masuk dan keluar toilet diatur

Ia menjelaskan, sekolah wajib mengatur alur masuk dan keluarnya siswa dari sekolah. Kemudian keluar masuk toilet juga perlu diatur agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Alur datang keluar ke sekolah diatur, di toilet diatur. Masuk keluar kemana. Vaksinasi umur 12 tahun ke atas digenjot,” pungkasnya.

Bandung Makin Sehat

Sebelumnya, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Tiga di Kota Bandung berjalan dengan aman dan terkendali.

“Alhamdulillah PPKM Level tiga di Kota Bandung ini aman dan terkendali,” katanya, Minggu (29/8/2021).

Hal ini nampak dari tren laju Covid-19 yang terus menurun. Itu juga diikuti dengan menurunnya keterisian tempat tidur (BOR/Bed Occupancy Rate) di rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

“Saat ini zona risiko Kota Bandung berdasarkan pemetaan Jawa Barat ada pada zona oranye atau risiko sedang,” ulasnya.

Wali kota mengingatkan, pandemi Covid-19 belum berakhir. Oleh karenanya masih membutuhkan upaya-upaya pencegahan.

“Edukasi dan penegakan aturan terus kami laksanakan agar masyarakat disiplin melaksanakan protokol,” tuturnya.

Menurut Oded, edukasi dan penegakan aturan masih penting mengingat mobilitas dan aktivitas masyarakat meningkat dengan berangsurnya diberlakukan relaksasi kegiatan PPKM.

“Kita harus tetap menjaga protokol kesehatan agar kasus Covid-19 terus melandai. Sehingga aktivitas perekomian dapat segera pulih dengan optimal,” harapnya dikutip website resmi Humas Kota Bandung.*

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *