Showing posts with label Stadion GBLA. Show all posts
Showing posts with label Stadion GBLA. Show all posts

Tiket Persib vs Borneo FC Tidak Terjual Habis, Sebagian Bobotoh Boikot GBLA

Tiket Persib vs Borneo FC Tidak Terjual Habis, Sebagian Bobotoh Boikot GBLA
Tiket Persib vs Borneo FC Tidak Terjual Habis. Sebagian Bobotoh Boikot GBLA. Muncul Tagar #BoikotGBLA di Twitter.

BandungAktual.com -- Tiket pertandingan Persib Bandung vs Pusamania Borneo FC di Stadion GBLA, Sabtu (20/5/2017), masih tersisa.

Agar habis, pihak Panpel Persib pun menerapkan sistem pembelian tiket secara offline di Graha Persib, tidak lagi menerapkan tiket online.

Diumumkan laman resmi Facebook Persib, "Bobotoh yang belum dapat tiket #PERSIB vs Borneo FC, bisa beli langsung ke Graha PERSIB lantai 1, jam 11.00 - 14.00. Tiket tersedia:  Tribun utara, Tribun selatan, Samping Utara, Samping Selatan, Barat Atas. Harga normal!"

Dari sejumlah komentar, ada indikasi sebagian Bobotoh melakukan aksi boikot agar Persib Bandung tidak lagi bermain di GBLA. Hashtag #BoikotGBLA pun muncul di Twitter.

Sebelumnya dikabarkan, Bobotoh enggan ke Stadion GBLA karena maraknya kriminalitas, seperti pungli parkir, copet, pencurian helm dan onderdil motor.

Tiket Persib vs Borneo FC Tidak Terjual Habis, Sebagian Bobotoh Boikot GBLA
Tiket laga kandang Persib pun sejauh ini hanya terjual 77%.  Bukan hanya Bobotoh, pemain Persib pun menyatakan tidak nyaman main di GBLA.

Namun, karena aksi kriminalitas di GBLA dianggap berita bohong alias hoax akibat tidak ada laporan kepada pihak kepolisian, Panpel Pertandingan Persib masih menggunakan Stadion GBLA, tidak jadi pindah ke Si Jalak Harupat sebagaimana diinginkan Bobotoh.

Kursi stadion dalam laga Persib vs Borneo FC pun diprediksi banyak yang kosong karena bobotoh enggan membeli tiket. Selain karena masalah keamanan, tiket online juga dianggap membuat merepotkan Bobotoh karena harus ada penukaran bukti pembelian online dengan tiket fisik.

Berikut ini sebagian komentar Bobotoh di laman Facebook Persib Bandung:

  • Ahh da,moal pinuh teuing enamh da haroreamen lalajonage...
  • Boikot aja gk usah nonton lagi, kalo masih di gbla.
  • Sepi ni yeeee .
  • Sing teu beak meh karasa
  • HOLIGAN cikarang pusat-bekasi merapat titip salam ka bang UMUH kalau masih gak beresin PREMAN GBLA maaf saja HOLIGAN akan ambil sikap BANTAI PREMAN GBLA kita sudah biasa bentrok dengan oranye tidk di ragukan dengan nyali kami kita hidup di perbatasan BIRU ORANYE salam PERSIB samodarna.
  • Penonton sepi bukan karena keamanan,kenyamanan,kesempurnaan cinta.hee tapi karna di jual online hadi loba nu teu ngartien.
  • effect netreug di GBLA .... kenyamanan bobotoh juga perhatikan, bukan sekedar pemain nyaman dengan ruang ganti...pami maenna ngabretmah
  • Toket aynah bikin lieur , dh bli online tpi aneh nya kudu di tuker kn deui , jdi gawe dua kali ..aluk mana wae jiga bahela .
Pantauan di lokasi, keramaian di sekitar Stadion GBA, Sabtu pagi hingga siang Pk; 13.00, tidak seperti biasanya. Suasana sekitar stadion yang biasanya sudah ramai dipenuhi Bobotoh, kali ini tampak lengang.

Di sisi lain, banyak juga bobotoh yang mengingingkan Persib tetap main di GBLA, namun masalah keamanan dan kenyamanan harus diperhatikan.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Kriminalitas terhadap Bobotoh di Stadion GBLA Dianggap Hoax

Kriminalitas terhadap Bobotoh di Stadion GBLA Dianggap Hoax
Tidak ada laporan ke polisi, kriminalitas terhadap Bobotoh di Stadion GBLA dianggap hoax.

BandungAktual.com -- Kriminalitas terhadap Bobotoh di area parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) selama pertandingan Persib Bandung dianggap informasi lalsu alis hoax. Pasalnya, sejauh ini tidak ada laporan kepada pihak kepolisian.

"Dengan adanya berita-berita miring dari bobotoh tentang keamanan di GBLA yang tidak pasti dapat dibuktikan baik tempat kejadian maupun pelakunya karena tidak ada pihak yang secara resmi melaporkan kepada pihak keamanan/Polsek Gede Bage. Maka hal tersebut tidak dapat ditindaklanjuti kebenarannya/hoax," demikian salah satu poin kesepakatan pada rapat gabungan tentang pengelolaan parkir Stadion GBLA, Selasa (9/5/2017).

Meski demikian, selama pertandingan berlangsung, sudah ditangkap langsung oleh Polsek Gede Bage sebanyak 6 orang pelaku yang melakukan kejahatan dan semuanya bukan warga Gedebage.

Rapat gabungan dilakukan terkait banyaknya keluhan Bobotoh di media sosial terkait pengelolaan parkir di area GBLA yang selalu diwarnai dengan berbagai kejadian yang dianggap merugikan banyak bobotoh.

Rapat dipimpin langsung oleh Kadispora Bandung Dodi Ridwansyah dan dihadiri oleh unsur Polrestabes Bandung, Dishub Kota Bandung, Satpol PP Kota Bandung, Muspika Kecamatan Gedebage, Kelurahan Rancanumpang, dan Panpel Persib di Kantor Dispora.

Dilansir laman PRFM News, Kesepakan yang dihasilkan antara lain area parkir di Gerbang Biru dan Gerbang Merah Stadion GBLA berada di bawah tanggun jawab UPT Parkir Dishub Kota Bandung

Kupon Parkir Roda Dua Rp5.000 dan Roda Empat Rp10.000

Disebutkan dalam kesepakatan, Juru Parkir diharuskan memakai tanda pengenal/rompi yang ada ciri khas tertentu agar tidak ditiru oleh oknum yang memanfaatkan situasi

Area Parkir di Pemukiman Warga, yakni Kompleks Griya Cempaka Arum (GBLA), menjadi tanggung jawab kewilayahan/muspika.

Kesepakatan lainnya, dimulai dari pintu keluar masuk interchange Tol KM 151 sampai sepanjang badan jalan menuju GBLA tidak boleh ada kendaraan roda 2 dan roda 4 yg parkir di lokasi tersebut dan menjadi tanggung jawab Dishub dibantu Satpol PP dan unsur keamanan

Area halaman parkir KIR Dishub di jalan pendamping yang berjarak 0,5 KM digunakan parkir kendaraan roda 4 kecil/besar dan secara teknis diserahkan ke Dishub

Dengan adanya Pedagang Asongan di dalam Stadion, Kadispora dengan tegas melarang adanya pedagang masuk saat pertandingan untuk menjaga hal-hal yang tidak diharapkan.

Sebelumnya diberitakan, banyak bobotoh mendesak Panpel Persib untuk meninggalkan Stadion GBLA dan kembali menggunakan Stadion Si Jalak Harupat Soreang sebagai kandang Maung Bandung.

Pasalnya, menurut Bobotoh, di GBLA banyak preman yang melakukan pungli parkir hingga Rp100 ribu dan banyaknya aksi keriminal berupa pencuan helm, spare part kendaraan, hingga kehilangan sepeda motor.

Namun, karena tidak ada laporan kepada polisi, informasi kriminalitas dianggap hoax. Panpel Persib pun tetap menggunakan Stadion GBLA sebagai kandang Persib di Liga 1.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Bobotoh Enggan Datang ke Stadion Jika Persib Masih Main di GBLA

Bobotoh Enggan Datang ke Stadion Jika Persib Masih Main di GBLA
Tidak Aman, Bobotoh Enggan Datang ke Stadion Jika Persib Masih Main di GBLA.

BandungAktual.com -- Bobotoh enggan nonton dan mendukung langsung Persib Bandung di stadon jika masih main di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Terbukti, jumlah Bobotoh terus menurun di saat persib bermain di Stadion GBLA. Penjualan tiket pun hanya sampai 77 persen.

Sejak lama Bobotoh berharap manajemen Persib kembali bermain di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Soreang, Kabupaten Bandung. Bobotoh menilai Stadion SJH lebih ramah bagi bobotoh dibanding ketika bermain di Stadion GBLA yang banyak terjadi ptaktik pungli, pemerasan hingga perusakan dan pencurian kendaraan bermotor.

Banyaknya praktik-praktik yang merugikan bobotoh tersebut membuat bobotoh kapok datang ke stadion. Selain untuk membeli tiket, Bobotoh pun harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar parkir serta sejumlah pungli. Belum lagi, tak jarang motor atau mobil milik bobotoh dibobol dan dipreteli oknum tidak bertanggung jawab.

Kapoknya bobotoh saat Persib bermain di Stadion GBLA, jelas terlihat dari menurunnya jumlah penonton di dua laga kandang terakhir Persib musim ini yaitu saat Persib menjamu Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura. Pada dua laga itu bangku stadion tak terisi penuh. Sejumlah tribun penonton terlihat banyak yang kosong.

"Sekarang mah jika Persib main di GBLA, mendingan nonton di tivi. Kapok ke stadion mah. Banyak punglinya. Motor juga banyak yang dibobol. Ngeri lah. Mendingan main di Jalak Harupat lagi, di sana lebih nyaman," ujar Dadan Ramdani, bobotoh asal Buahbatu Bandung, dikutip Tribun Jabar.

Di dua laga kandang tersebut, jumlah penonton yang datang ke stadion hanya sekitar 27.000 penonton. Padahal, Stadion GBLA memiliki kapasitas 38 ribu tempat duduk dan tiket yang disediakan 34.000. 

Jumlah penonton di dua laga itu jauh berbeda saat Persib menjamu Arema FC di laga pembuka. Saat itu, bangku stadion tak mampu menampung jumlah penonton yang hadir. Ribuan bobotoh bahkan tak bisa masuk ke dalam stadion karena kursi sudah terisi penuh.

Bobotoh asal Cibiru, Hilmi (30), mengaku lebih nyaman menonton Persib di Stadion Si Jalak Harupat dibanding di Stadion GBLA. Meski Stadion GBLA lebih dekat, ia menyebut di GBLA terlalu banyak pungli yang akhirnya membuat para bobotoh kapok.

"Meski di Soreang lebih jauh, saya mending di Jalak Harupat. Di sana aman dan nyaman. Enggak banyak oknum seperti di GBLA," katanya.

Saat menjamu Persipura, Panpel Persib sudah berniat kembali di SJH. Namun, karena proses izinnya membutuhkan waktu 7 hari, Persib pun terpaksa masih menggunakan Stadion GBLA. 

Kemungkinan besar Persib sudah pindah ke SJH saat menjamu Borneo FC Sabtu 20 Mei 2017. 

Pengelolaan parkir di Stadion GBLA dilakukan Dispora Kota Bandung bersama Kecamatan Gedebage. Namun, teknisnya dilakukan LSM dan Ormas, namun tidak menjamin keamanan kendaraan yang diparkir sehingga preman atau kriminal leluasa melakukan pencurian spare part bahkan sepeda motornya.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Terkendala Izin, Persib vs Persipura Tetap di Stadion GBLA

Persib Bandung vs Persipura Jayapura Minggu (7/5/2017) Masih Digelar di Stadion GBLA. Pindah ke Si Jalak Harupat Terkendala Izin.

Terkendala Izin, Persib vs Persipura Tetap di Stadion GBLA
BandungAktual.com -- Pertandingan Persib Bandung vs Persipura Jayapura pada pertandingan pekan keempat Gojek Traveloka Liga 1, Minggu 7 Mei 2017 Pukul 18.30 WIB, tetap digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Bandung.

Pasalnya, rencana kepindahan ke Stadion Si Jalak Harupat terkendala izin karena waktunya mepet.

"Persib dengan ini mengumumkan bahwa pertandingan menjamu Persipura Jayapura akan tetap berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung," demikian rilis situs resmi Persib, Kamis (4/5/2017) malam.

"Menampung aspirasi dan keluhan Bobotoh terkait kenyamanan GBLA serta masukan dari tim, Persib sempat mengupayakan untuk kembali menggunakan stadion Si Jalak Harupat sebagai home ground."

"Namun karena terkait ketentuan perubahan stadion pertandingan dan perizinan keramaian harus H-7, pihak Panpel belum bisa memindahkan arena pertandingan ke Stadion Si Jalak Harupat," demikian penjelasan pihak manajemen Maung Bandung.

Sebelumnya diberitakan, manajer Persib Umuh Muchtar menegaskan, Persib Bandung akan segera pindah ke SJH dari GBLA, dimulai saat menjamu Persipura 7 Mei 2017.

Dengan demikian, kemungkinan Persib Bandung baru bisa pindah kandang atau kembali ke Stadion Si Jalak Harupat dimulai pada pertandingan berikutnya, saat menjamu Pusamania Borneo FC, Sabtu 20 Mei 2017.

Lihat: Jadwal Persib Bandung di Liga 1 2017


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

GBLA Tak Nyaman, Persib Akan Kembali Main di Stadion SJH

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Bandung.
Sepakbola Magz -- Pemain Persib Bandung merasa tidak nyaman bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Bandung karena kondisi lapangan dan rumput.

Bobotoh juga mengeluhkan banyaknya preman yang melakukan pungli biaya parkir kendaraan di sekitar stadion bertaraf internasional itu. 

Manajer Persib Umuh Muchtar, Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman, dan kapten tim Atep Rizal juga mengutarakan keinginannya agar Persib kembali bermain di Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Soreang Kabupaten Bandung yang dirasa lebih nyaman bagi pemain dan bobotoh.

Umuh menyebutkan, Persib kemungkinan akan kembali berkandang di Stadion Si Jalak Harupat karena kondisi lapangan Jalak Harupat lebih baik.

Pemindahan home base Persib itu, kata Umuh, semata-mata demi mendukung pola permainan Persib yang banyak mengandalkan operan cepat bola-bola pendek.

Bobotoh pun berharap Persib kembali menjadikan Stadion Si Jalak Harupat sebagai kandang musim ini. Bobotoh mengaku lebih nyaman menyaksikan Persib main di Si Jalak Harupat Soreang dibandingkan di Stadion GBLA Gedebage.

Stadion berkapasitas 38.000 tempat duduk itu kurang bersahabat dengan bobotoh karena bobotoh kerap menjadi korban praktik pungli dan pemerasan ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab di sekitar Stadion GBLA.
Stadion Si Jalak Harupat (SJH) Soreang Kabupaten Bandung
Stadion Si Jalak Harupat Soreang Kabupaten Bandung

Menanggapi keinginan kembali ke SJH itu, Panitia Pelaksana (Panpel) Persib menyatakan tetap melirik Stadion Si Jalak Harupat sebagai alternatif utama kandang Maung Bandung musim ini.

Panpel Persib Bandung mendukung apa pun langkah manajemen Persib terkait home base Persib untuk mengarungi Liga 1 musim ini.

Panpel tidak mempermasalahkan Maung Bandung akan berkandang di Stadion GBLA ataupun di Stadion Si Jalak Harupat.

Menurut Ketua Panpel Persib, Budi Bram Rahman, pihaknya siap memfasilitasi di mana pun skuat Persib bertanding.

Pihaknya sudah mendaftarkan dua stadion sebagai home ground Persib musim ini, yaitu Stadion GBLA dan Si Jalak Harupat.

Ia berharap keluhan bobotoh soal maraknya pungli dan pemerasan di Stadion GBLA dapat segera diatasi. "Saya yakin masalah pungli ini dapat diselesaikan. Saya yakin masyarakat di sekitar GBLA juga pendukung Persib, mereka pasti akan welcome terhadap bobotoh yang datang," kata Bram dikutip Tribun Jabar.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Persib Bandung Tidak Nyaman Bermain di Stadion GBLA

Persib Bandung Tidak Nyaman Bermain di Stadion GBLA
Tidak nyaman bermain di Stadion GBLA, Persib Bandung kemungkinan kembali ke Si Jalak Harupat.

BandungAktual.com -- Pemain Persib Bandung merasa tidak nyaman bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage Kota Bandung.

Selain pemain, bobotoh juga merasa tidak nyaman, terutama akibat sering terjadinya praktik pungutan liar biaya parkir kendaraan.

Karenanya, pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, berharap timnya bisa kembali menggunakan Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, sebagai kandang kompetisi resmi Liga 1 2017.

Menurutnya, Stadion Si Jalak Harupat yang berkapasitas 27 ribu penonton memiliki kualitas lapangan yang jauh lebih bagus dari Stadion GBLA, meskipun secara fasilitas dan daya tampung penonton Stadion GBLA lebih baik, 38 ribu.

Djanur mengatakan, kemungkinan Persib baru bisa menggunakan Stadion Si Jalak Harupat pada pekan ketiga Liga 1, usai melakoni laga pembuka melawan Arema FC dan Semen Padang.

"Kalau boleh memilih, mendingan di Stadion Jalak Harupat. Di sana lapangannya lebih bagus," ujar Djanur.

Dikatakannya, keluhan tak hanya datang dari dirinya, melainkan juga dari pemain. Kondisi permukaan lapangan Stadion GBLA yang bergelombang atau belum rata membuat aliran bola terganggu, dan dikhawatirkan bisa membuat pemain cedera.

"Pemain juga mengeluhkan kondisi lapangan GBLA yang bergelombang. Tapi untuk laga perdana lawan Arema, sudah pasti main di GBLA. Mau gimana lagi karena banyak undangan VVIP," katanya.

Djanur sendiri memprediksi laga melawan Arema FC bakal berlangsung sengit.

"Memang cukup berat. Lihat Arema, permainan mereka stabil dan prestasi cukup bagus. Dari mulai Piala Presiden, sampai sekarang," ujar Djanur.

Ia mengakui, mengalahkan Arema bukan perkara mudah.  "Kalau Arema incar tiga poin, ya bagus. Jadi, pertandingan terbuka. Kalau sama-sama bisa incar tiga poin, pasti pertandingan akan seru dan terbuka. Mereka kan percaya diri dan akan main terbuka," jelasnya.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Manajer Persib Janji Berantas Pungli Parkir di Stadion GBLA

Manajer Persib Janji Berantas Pungli Parkir Stadion GBLA
BandungAktual.com -- Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar berjanji memberantas pungutan liar parkir di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Bandung.

Selama ini banyak bobotoh harus membayar parkir sebesar Rp20.000 hingga Rp50.0000 yang dipungut oknum petugas parkir yang diduga dari kalangan LSM atau preman sekitar Stadion GBLA.

Umuh mengaku geram setelah mendapatkan laporan bahwa banyak di antara bobotoh harus membayar parkir hingga Rp50.0000, termasuk saat saat Persib menghadapi Bali United, Sabtu (8/4/2017). 

Menurut Umuh tarif parkir sebesar itu sangat tidak wajar dan bisa disebut sebagai praktek pungli.

Ditegaskan, manajemen Persib akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menelusuri laporan dan keluhan yang disampaikan sejumlah bobotoh. 

Umuh menuturkan, jika pada laga nanti masih ada pungli, maka pihaknya tidak segan-segan untuk menindak tegas pelaku dan akan menyerahkannya kepada pihak berwajib.

"Insya Allah akan kami tertibkan juga masalah perparkiran. Jadi, nanti tidak akan ada lagi parkir hingga Rp20.000 sampai Rp50.000. Nanti, dengan segala cara mereka harus ditangkap jangan sampai kejadian begitu lagi, sebab ini pemerasan. Dia bukan bobotoh, tapi pengacau," tegasnya dikutip laman Viking Bobotoh.

Persib menjamu Arema FC di Stadion GBLA dalam pertandingan perdana Liga 1, Sabtu (15/4/2017). Pihak Panpel akan memberantas pugutan liar tersebut.

Laga Persib vs Arema menurut rencana akan dihadiri Presiden Jokowi.

Umuh juga memastikan akan menggunakan Stadion GBLA sebagai home ground Persib di Liga 1. Pertimbangannya antara laun daya tampung stadion yang lebih besar dari Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, serta lokasi stadion yang tak jauh dari pusat Kota Bandung

"Kalau melihat kondisi sekarang, ya lebih baik di GBLA saja. Sebab, di sini lebih besar," terang Umuh.

Keluhan soal parkir dikemukakan bobotoh sejak Stadion GBLA digunakan Persib. Tak hanya pungli, sejumlah bobotoh pun mengeluhkan maraknya praktik pemerasan yang diduga dilakukan oleh sejumlah orang di kawasan stadion.

Salah seorang pentolan Viking, Yana Umar, mengakui pihaknya kerap mendapat keluhan dari para anggotanya mengenai maraknya praktik pungli dan pemerasan yang dilakukan oknum-oknum di Stadion GBLA. 

Menurut dia, sudah banyak anggotanya yang menjadi korban pemerasan dan pungli di stadion yang ada di wilayah Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage Kota Bandung itu.

"Viking dan bobotoh lain ingin ke Jalak Harupat lagi. Di GBLA enggak nyaman, terlalu banyak pemerasan dan pungli. Ini sangat mengganggu dan memberatkan para bobotoh," kata Yana dikutip Tribun Jabar.

Bobotoh disarankan parkir di sekitar area Stadion GBLA, tidak parkir kendaraan di kompleks perumahan Griya Cempaka Arum (GCA) yang ada di samping stadion guna menghindari pungli pakir. Kompleks GCA yang lokasinya tepat di samping Stadion GBLA bukan area parkir.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Persib Bandung Jamu Bali United di Stadion GBLA Sabtu 8 April 2017

Persib Bandung Jamu Bali United di Stadion GBLA Sabtu 8 April 2017
Laga Persib vs Bali United di Stadion GBLA Sabtu (8/4/2017) sekaligus Uji Coba Stadion.

BandungAktual.com -- Persib Bandung akan menghadapi Bali United pada pertandingan uji coba di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Gedebage Kota Bandung, Sabtu (8/4/2017).

Pertandingan persahabatan menghadapi Bali United ini merupakan rangkaian periapan tim Maung Bandung sebelum melakoni Liga 1 2017 dengan menjamu Arema FC di laga perdana Sabtu 15 April 2017.

Pelatih Persib Bandung, Djadjang 'Djanur' Nurdjaman mengatakan, dirinya belum bisa menentukan susunan pemain yang akan diturunkan pada pertandingan uji coba menghadapi Bali United ini.

Enggak semua juga diturunkan, karena ini laga persiapan. Buat saya, enggak masalah nanti lawan tahu kekuatan kami," kata Djanur dikutip Tribun Jabar, Rabu (5/4/2017).

"Justru, ini untuk mengukur persiapan kami dan evaluasi sudah siap apa belum tim ini,” katanya.

Djanur juga mengaku masih memantau kondisi fisik ketiga pemain baru, yakni Michael Essien, Carlton Cole, dan Raphael Maitimo. Djanur menambahkan, kondisi fisik ketiga pemain tersebut masih harus ditingkatkan lagi.

Kepastian Persib menjamu Bali United di Stadion GBLA Sabtu (8/4/2017) juga dikemukakan Manajer Umuh Muchtar.

"Kalau untuk pertandingan lawan Bali, sudah 'gak ada masalah tanggal 8 April di GBLA," katanya dikutip Viking Persib, Senin (3/4/2017).

Umuh menambahkan, pertandingan uji coba tersebut sengaja digelar di GBLA, karena pihaknya ingin mencoba stadion yang rumputnya baru selesai diperbaiki setelah sebelumnya digunakan untuk pembukaan dan penutupan PON Jabar.

"Itung-itung kita uji coba lapangan sebelum kompetisi," ucapnya.

Sebelum menjamu Bali United, Persib sudah menjalani laga persahabatan kontra PSMS Medan yang berakhir imbang 0-0

Semula, Persib juga dijadwalkan terbang ke Banjarmasin untuk laga uji coba melawan Barito Putera. Namun, laga tersebut batal karena masalah tiket pesawat.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at: