Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

PKS Ajukan Dua Nama untuk Pilwalkot Bandung 2018

PKS Ajukan Dua Nama untuk Pilwalkot Bandung 2018
PKS Ajukan Dua Nama untuk Pilwalkot Bandung 2018, Salah Satunya Nama Terpopuler versi Survei.

BandungAktual.com -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan dua nama untuk maju dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandug 2018.

Menurut Ketua DPD PKS Kota Bandung, Tedy Rusmawan, Tim Pemenangan Pemilu dan Pilkada Daerah (TPP Daerah) telah mengajukan dua nama bakal Calon Wali Kota Bandung 2018 tersebut kepada TPP PKS Wilayah untuk menjadi calon Walikota Bandung 2018.

"Kedua nama yang diusulkan kepada TPP Wilayah itu adalah Oded M Danial dan Haru Suandharu," ujar Tedy, Kamis (25/5/2017).

Menurut Tedy, TPP Daerah membuka kesempatan seluas-luasnya kepada kedua nama tersebut untuk menyosialisasikan diri serta gagasan-gagasannya dalam membangun Kota Bandung ke tengah masyarakat. 

Tedy mengatakan, nama-nama yang telah diajukan DPD PKS Kota Bandung tersebut bukanlah nama-nama yang asing bagi warga Kota Bandung. 

Oded M Danial merupakan wakil walikota petahana yang sejak tahun 2013 mendampingi Walikota Bandung Ridwan Kamil. Haru Suandharu merupakan Wakil Ketua DPRD.

"Keduanya merupakan kader terbaik PKS Kota Bandung yang telah berkiprah dalam seluk beluk Kota Bandung," katanya dikutip Republika.

Terkait kemungkinan koalisi, Tedy mengatakan, memang diperlukan komuninasi politik untuk proses pengusungan kandidat untuk Pilwalkot Bandung 2018. 

Oleh karena, kedua nama tersebut diberikan kesempatan seluas-luasnya dalam koordinasi TPP Daerah untuk membuka serta membangun komunikasi politik dengan elemen politik lainnya yang juga memiliki hak konstitusional untuk berpartisipasi aktif di dalam Pilwalkot Bandung 2018.

Nama Oded M Danial dan Haru Suandaru selama ini masuk dalam Bursa Cawalkot Bandung 2018. Survei bahkan menunjukkan Oded M Danial merupakan bakal calon terpopuler dibandingkan nama-nama lainnya.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

PPP Usung Bupati Tasikmalaya di Pilgub Jabar 2018

PPP Usung Bupati Tasikmalaya di Pilgub Jabar 2018
BandungAktual.com -- Bupati Tasikmalaya  Uu Ruzhanul Ulum diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018.

Uu dikenalkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPP versi Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Romi mengatakan Uu merupakan kader terbaik PPP di Jawa Barat. 

"Bupati Tasikmalaya yang kita dorong untuk menjadi calon gubernur Jabar, karena kita inginkan Jabar dapat diduduki kader terbaik kami di Jawa Barat," kata Romi, Selasa (23/5/2018).

Uu yang hadir dalam Rapimnas tersebut mengaku siap diusung oleh partainya sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat. Dia juga mengungkapkan strateginya untuk meraih hasil maksimal di Pilkada Jabar.

"Saya akan berusaha meningkatkan popularitas yang hari ini saya masih di angka 3 persen, kemudian juga membangun komunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat terutama dengan partai-partai karena PPP kan cuman 9 kursi kita harus membangun 20 kursi," ungkapnya dikutip merdeka.com.

Sebelumnya, Uu dikabarkan mendaftarkan diri menjadi bakal calon gubernur Jabar dari PDIP. Hal itu diperlihatkan ketika Uu mengambil formulir pendaftaran lewat partai berlambang kepala banteng tersebut.

"Hari ini Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengambil formulir untuk ikut dalam pendaftaran penjaringan bakal calon gubernur," kata Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat, Abdi Yuhana.

Uu Ruzhanul Ulum mengaku optimistis dapat memenangi Pilgub Jabar 2018, meski harus bersaing dengan nama-nama besar seperti Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, dan Ridwan Kamil.

Menurut Uu, Pilkada Jabar tidak akan sepanas Pilkada DKI Jakarta. Pasalnya, bakal calon gubernur yang muncul di Jawa Barat semuanya Muslim.

"Paling juga persaingan antara muslim abangan, muslim santri dan muslim fundamental," ujarnya.

Selain Uu Ruzhanul Ulum, Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, dan Ridwan Kamil, bakal Cagub Jabar 2018 dipastikan muncul juga dari PDIP yang membuka pendaftaran bacagub untuk bertarung di Pilgub Jawa Barat 2018. Proses pengambilan formulir dan pendaftaran berlangsung mulai 20 Mei hingga 6 Juni 2017.

Di sisi lain, bakal Cagub Jabar yang sudah diusung Partai NasDem, Ridwan Kamil, mengatakan akan mengumumkan pasangan calon pendamping dirinya (Calon Wakil Gubernur) pada Pilkada Jabar 2018 usai lebaran atau akhir Juni 2017.

"Setelah lebaran keputusan berpasangan dengan siapanya, tunggu nanti," katanya seperti dilansir dari Antara, Minggu (21/5/2017).

Emil mengaku posisi Cawagub diserahkan kepada koalisi partai yang akan mengusungnya.

"Saya belum bisa memutuskan karena saya bukan pengambil keputusan, saya posisinya homeless tidak punya partai. Jadi posisi wakil saya serahkan pada koalisi," katanya.*



Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Ridwan Kamil Jelaskan Soal Video NasDem Punya Media dan Kejaksaan

Emil mengakui video itu memang dirinya, namun tidak ditayangkan secara utuh sehingga menimbulkan persepsi berbeda.

Ridwan Kamil Jelaskan Soal Video NasDem Punya Media dan Kejaksaan
BandungAktual.com -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan penjelaskan soal video yang berisi dirinya mengaku menerima usungan Partai NasDem di Pilgub Jabar 2018 karena partai pimpinan Surya Paloh itu punya media dan kejaksaan.

Dalam potongan video berdurasi 2 menit 32 detik yang menjadi viral tersebut, pria yang karib disapa Emil itu menyebutkan Partai NasDem punya media dan kejaksaan. Video tersebut diunggah di YouTube, kemudian menjadi viral.

Dalam video tersebut, Emil mengatakan "..tiba-tiba NasDem tidak banyak mikir, di posisi yang sama itu, langsung aja mendeklarasikan (saya sebagai calon Gubernur Jawa Barat). NasDem ini, dia punya media dan Kejaksaan. Kalau saya tolak, kemungkinan banyak mudaratnya kepada saya, kepada pembangunan Kota Bandung terganggu."

Saat diklarifikasi, Emil mengakui video itu memang dirinya, namun tidak ditayangkan secara utuh sehingga menimbulkan persepsi berbeda.

"Saya itu pada saat di Subang selama dua hari diminta kiai menanyakan peta politik. Karena para kiai minta saya maju lewat independen. Tapi kata para kiai, kalau tidak lewat independen kira-kira tipe-tipe politik itu apa," ucap Emil, Rabu (17/5/2017), dikutip Detik.

Menurut Emil, di hadapan 100 orang kiai dan ulama itu ia tidak hanya bicara soal Partai NasDem.

"Saya terangkan semua partai. Kalau Partai Demokrat, nasionalis religius, tidak ada yang anggotanya sekarang ada di pemerintahan. Kalau PDIP nasionalis, kemudian kader-kadernya ada yang jadi menteri," tutur Emil.

Emil juga menjelaskan soal PKB, NasDem, dan Perindo. "Kemudian PKB afiliasinya ke muslim NU, kadernya ada yang menjadi menteri. Pas NasDem juga sama nasionalis, restorasi, kadernya ada yang di kejaksaan dan punya media juga. Perindo saya terangkan," ucapnya.

Emil menegaskan, dirinya menerima dukungan NasDem di Pilgub Jabar 2018 karena dua hal, yakni tidak meminta dirinya menjadi kader dan tidak meminta mahar.

"Alasan utama ini tolong digarisbawahi. Bahwa di dalam partai tadi masing-masing punya jaringan punya media itu hanya tersier saja," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, NasDem dan Ridwan Kamil menyepakati tiga hal, yakni tidak menjadi kader partai, mempercepat pembangunan, dan mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Bersama PDIP, NasDem akan kembali mengusung Jokowi di Pilpres mendatang.

Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengatakan, Ridwan Kamil merupakan pintu masuk dukungan Jawa Barat untuk Jokowi. Dalam skala nasional, jumlah pemegang hak suara terbanyak berada di provinsi tersebut.

""Dia harus mampu mempercepat pembangunan di Jawa Barat yang menimbulkan rasa optmisme kuat karena pada 2019 NasDem akan kembali mendukung Jokowi," ujarnya saat deklarasi di Bandung, Minggu (19/3/2017), sebagaimana dikutip CNN Indonesia.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Video Ridwan Kamil Pilih Nasdem karena Punya Media dan Kejaksaan

Video Ridwan Kamil Pilih Nasdem karena Punya Media dan Kejaksaan
Menurut Pakar Mikro Ekspresi, Video Ridwan Kamil mengaku Pilih Nasdem karena Punya Media dan Kejaksaan adalah Benar.

BandungAktual.com -- Video Ridwan Kamil yang mengungkapkan alasan ia menerima pinangan Partai Nasdem karena punya media dan kejaksaan menjadi viral di media sosial.

Emil --sapaan akrab Ridwan Kamil-- sejauh ini belum memberikan tanggapannya, padahal Emil dikenal sebagai pegiat media sosial.

Pakar Mikro Ekspresi, Mardigu, membenarkan sosok yang berada di video berdurasi sekitar 2,5 menit itu adalah Kang Emil. "Benar (Kang Emil)," ujarnya kepada JawaPos, Selasa (16/5/2017).

Menurut Mardigu, hal itu bisa dipastikan dengan suara dan gerakan bibir sosok yang tengah berbicara tersebut. "Suara dan gerakan bibirnya cocok," jelasnya.

Dalam video berdurasi sekitar 2,5 menit yang beredar di Youtube dan media sosial lainnya itu, Emil mengungkapkan alasannya menerima pinangan Nasdem sebagai Calon Gubernur di Pilgub Jabar 2018, termasuk penolakan sejumlah partai yang disambanginya.

"Tiba-tiba Nasdem tidak banyak mikir di pos yang sama itu. Langsung saja mendeklarasikan. NasDem ini Pak, dia punya media. Dia punya kejaksaan," katanya.

"Jadi kalau saya tolak, kemungkinan lebih banyak mudharatnya Pak. Kepada saya atau pembangunan Kota Bandung," sambungnya.

Pertemuan itu disebut-sebut digelar di Pondok Pesantren Pagelaran III Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Minggu, 23 April 2017. Emil memang mulai melakukan safari politik ke daerah bersana NasDem tiap akhir pekan.

Acara di Subang itu dalam rangka Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad Saw 1438 H sekaligus deklarasi dukungan Komunitas Pesantren se-Jawa Barat agar Ridwan Kamil bisa mencalonkan diri dalam Pilgub Jabar 2018 melalui jalur perseorangan/independen.

Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh merupakan pemimpin Metro TV dan Media Indonesia. Selain itu, Jaksa Agung HM Prasetyo juga adalah politikus Partai Nasdem.

Metro TV sendiri dikenal di kalangan umat Islam sebagai media anti-Islam. Terbaru, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebutkan Metro TV sebagai media tukang bohong, termasuk sering melakukan pemberitaan miring tentang Islam dan kaum Muslim.

DIkutip Tribunnews, di akun twitternya, Fahri menulis bahwa Metro TV mengarang berita dirinya akan ke Bitung melantik pengurus FPI.

"Dari mana @Metro_TV bisa mengarang berita saya mau lantik FPI di Bitung? Media begini bikin rakyat resah karena suka bohong," tulis Fahri, Senin (15/5/2017).

Fahri juga menyesalkan pemberitaan Metro TV yang katanya satu rombongan dengan pengurus FPI yang akan dilantik. "Lah wong saya dari Makassar. Terus yang FPI itu siapa namanya?" tanya Fahri.

Dia menilai aneh sikap Metro TV yang mempersoalkan Aksi 411 Damai umat Islam.

"Yang aneh, @Metro_TV Masih menyesalkan #Aksi411 dan seterusnya. Coba bayangkan. Ini jurnalisme apa?" kata dia.

Menurut Fahri, aksi jutaan orang berkali-kali melakilan aksi damai dan tidak ada senjata dan api lalu malah dimaki dan dipersoalkan.

"Sementara itu aksi segelintir orang bersenjata atau yang menolak keputusan pengadilan negara diapresiasi," ujar Fahri.

Dia sekali lagi menyesalkan jurnalisme Metro TV yang dianggap partisan dan misleading.

"Saya datang ke seluruh Indonesia tidak ada masalah. Disambut secara baik, kok ada kelompok berseragam jadi ada masalah?" tanya Fahri.

Lanjut Fahri, "menyembunyikan identitas kalian yang berada di belakang semua ini itulah kejahatan @Metro_TV. Berpolitik dengan identitas itulah demokrasi dan kalau tidak kenapa membangun sistem politik berbasis partai?" merujuk pada pemilik Metro TV sebenarnya, James Ryadi.

"Tapi yang jahat adalah menggunakan media seolah netral sambil menyembunyikan identitas di belakang layar. Freedom of the press is not the freedom of the owner of the press," tulis Fahri.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

NasDem Persilakan Ridwan Kamil Pilih Jalur Independen di Pilgub Jabar 2018

NasDem Persilakan Ridwan Kamil Pilih Jalur Independen di Pilgub Jabar 2018
NasDem Persilakan Ridwan Kamil Pilih Jalur Independen atau lewat PDIP di Pilgub Jabar 2018.

BandungAktual.com -- Partai NasDem menyatakan tidak keberatan jika Ridwan Kamil maju di Pilgub Jabar 2018 melalui jalur independen dan siap membantu dalam pengumpulan KTP.

NasDem juga menyatakan tetap akan mendukung bila Emil ikut penjaringan calon dari PDI Perjuangan.

‎"Kalau Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) pilih independen, NasDem akan tetap support, dukung Kang Emil, dan kita juga akan bantu untuk kumpulkan KTP," kata Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Saan Mustopa, Senin (15/5/2017).

Dikatakannya, NasDem juga menyatakan tak melarang ‎jika Emil ikut penjaringan calon gubernur Jawa Barat yang digelar PDIP Jabar 20 Mei - 6 Juni 2017.

"NasDem tidak akan pernah memagari Kang Emil, harus dengan partai ini, harus dengan NasDem, enggak. Kang Emil kita beri kebebasan untuk berkomunikasi," katanya dikutip Merdeka.

Ridwan Kamil sendiri sudah sibuk melakukan safari politik ke daerah-daerah bersama Partai NasDem yang sudah mendeklarasikannya sebagai Cagub Jabar 2018.

Jadwal safari politik Emil di hari Sabtu dan Minggu. 

"Setelah NasDem mendukung saya, tentunya kita banyak koordinasi yang baik melakukan sinkronisasi. Saya sebagai wali kota menjaga etika waktu. Kalau Senin-Jumat hak warga Bandung kerja full tidak ada perubahan. Hanya saja ada, di akhir pekan karena Jawa Barat luas dengan 27 kota kabupaten," katanya.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Arif Suditomo dan Aceng Fikri Diusulkan Jadi Calon Wali Kota Bandung 2018

Arif Suditomo dan Aceng Fikri Diusulkan Jadi Calon Wali Kota Bandung 2018
BandungAktual.com -- Aggota DPR RI Arif Suditomo dan mantan Bupati Garut Aceng Fikri diusulkan menjadi Calon Wali Kota Bandung 2018.

Usulan Arif dan Aceng untuk maju di Pilwalkot Bandung 2018 itu dikemukakan Pemuda Hanura, sayap Partai Hanura.

Pemuda Hanura juga menyesalkan pernyataan Ketua DPC Hanura Kota Bandung, Endun Handun, yang mengusung Yossi Irianto sebagai Cawalkot Bandung karena yang berhak mengusung calon adalah DPP, bukan DPC.

"Kami kecewa kepada Ketua DPC karena tanpa komunikasi dengan kader partai, artinya pengusungan Yossi terlalu dini dan belum final, " ujar Ketua Pemuda Hanura Kota Bandung, Yusuf, Senin (15/05/2017).

Menurut Yusuf, adanya usungan buat Yossi membuat kandidat lain termasuk kader Hanura tertutup peluang, padahal seharusnya Ketua DPC mempriortaskan kader partai.

Yusuf mengatakan, Hanura memliki enam kursi di DPRD Kota Bandung, sama halnya dengan PKS, Golkar, dan Demokrat.

"PKS memunculkan nama calon Walkot enam orang, kenapa Hanura malah ambil calon dari luar," ujarnya.

Menurut Yusuf, di Hanura banyak memiliki tokoh terkenal yang layak maju di Pilwalkot Kota Bandung. 

"Sepertinya Pemuda Hanura memilih anggota DPR RI Dapil Kota Bandung dan Cimahi Arief Suditomo atau kader Hanura Aceng Fikri mantan Bupati Garut," ujar Yusuf dikutip Tribun Jabar.

Yusuf mengatakan Arief Suditomo mantan pembaca berita RCTI dan Aceng Fikri memiliki popularitas dan elektablitas tinggi.

Nama Arif Suditomo dan Aceng Fikri sejauh ini tidak muncul dalam survei-survei tentang figur Cawalkot Bandung 2018. Selain keduanya, nama-nama lain masih memungkinkan muncul menjelang Pilwalkot Bandung 2018.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

PDIP Jaring Cawalkot Bandung 2018, Farhan Dikabarkan Daftar

Presenter M Farhan dikabarkan akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Bandung 2018 melalui PDIP.

BandungAktual.com -- DPD PDIP Jawa Barat menjaring nama-nama calon untuk diusung sebagai Calon Wali Kota Bandung pada Pilkada Kota Bandung 2018. Pendaftaran dibuka mulai 20 Mei 2017.

Presenter Muhammad Farhan dikabarkan akan mendaftarkan diri. Hal itu dikemukakan Ketua DPD PDIP Jabar Tubagus Hasanuddin.ran penjaringan peserta Pemilihan Kepala Daerah Kota Bandung 2018.

"Ketika dibuka (pendaftaran) pada 20 Mei 2017 ada yang masuk, antara lain yang saya dengar sayup-sayup itu saudara Farhan," katanya dalam jumpa pers, Sabtu (13/5/2017).

Tb Hasanudin menuturkan, Farhan sempat berkomunikasi dengan dirinya terkait Pilkada Kota Bandung 2018. 

"Dia (Farhan) sempat ngomong ke saya, silakan ikuti prosedur tanggal 20 nanti daftar ke Kantor DPC. Silakan ikuti prosedurnya," katanya dikutip Antara.

Disebutkan, ada sejumlah nama dari internal PDIP yang siap meramaikan bursa calon untuk maju di Pilkada Kota Bandung 2018, yakni Ketua DPC PDIP Kota Bandung Isa Subadja, mantan Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, anggota DPRD Jawa Barat Gatot Tjahyono.

"Untuk Pilkada Kota Bandung 2018 sudah ada yang diteropong oleh DPD PDIP Jabar dan DPC Kota Bandung, sejumlah nama yang siap tempur itu dari internal atau kader kami," katanya.

Ia menjelaskan, setelah menerima pendaftaran tahap berikutnya adalah verifikasi. PDIP akan melaksanakan survei dan pemetaan politik.


Sejauh ini sudah belasan nama muncul di Bursa Cawalkot Bandung 2018. Menurut survei, nama Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial merupakan calon terpopuler.*

Bursa Cawalkot Bandung 2018 Internal PDIP

  1. Isa Subadja
  2. Ayi Vivananda
  3. Gatot Tjahyono.


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Ridwan Kamil Mau Diusung Nasdem karena Punya Media dan Kejaksaan

Ridwan Kamil Mau Diusung Nasdem karena Punya Media dan Kejaksaan
BandungAktual.com -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersedia diusung Nasdem dalam Pilgub Jabar 2018 karena partai pimpinan Surya paloh itu punya media dan kejaksaan.

Hal itu terungkap dalam sebuah video pertemuan Emil --sapaan Ridwan Kamil-- dengan Komunitas Pesantren se-Jawa Barat. Video tersebut menjadi pembicaraan di media sosial.

Dalam video itu, Emil menjelaskan alasan kenapa menerima pinangan Partai Nasdem menjadi Calon Gubernur Jawa Barat.

Menurutnya, alasan ia menerima pinangann NasDem karena sejumlah partai yang ia temui sebelumnya menyatakan penolakan untuk mengusungnya menuju Jabar 1.

"Tiba-tiba Nasdem tidak banyak mikir di pos yang sama itu. Langsung aja mendeklarasikan. Nasdem ini Pak, dia punya media. Dia punya kejaksaan," kata Emil.

"Jadi kalau saya tolak, kemungkinan lebih banyak mudharatnya Pak. Kepada saya atau pembangunan Kota Bandung," sambungnya dikutip RMOL.

Emil menambahkan, pernyataan demkian baru baru pertama kali disampaikan. Karenanya, ia minta pernyataan bahwa ia menerima Nasdem dengan alasan partai itu punya media dan kejaksaan dirahasiakan.

Pertemuan itu disebut-sebut digelar di Pondok Pesantren Pagelaran III Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Minggu 23 April 2017.

Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, merupakan pengusaha pers dan pemimpin Media Group (Media Indonesia, Lampung Post, dan Metro TV). Jaksa Agung HM Prasetyo juga politikus Partai Nasdem.

Pernyataan Emil menguatkan dugaan dirinya mencari aman agar tidak terjerat kasus hukum dengan menerima Nasdem dan bisa maju sebagai Cagub Jabar 2018. Namun demikian, Nasdem tidak bisa mengusung Emil sendirian, harus berkoalisi dengan partai lain.


Sebelumnya, Emil mengungkapkan alasan tidak maju melalui Gerindra dan PKS sebagaimana ia diusung saat Pilwalkot Bandung 2013.

Selain Emil, bakal Cagub Jabar 2018 lainnya antara lain Deddy Mizwar (Wagub Jabar sekarang) dan Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta).

Deddy Mizwar akan diisung Gerindera, PKS, dan PAN. Dedi Mulyadi akan diusung Golkar dan Hanura.*

VIDEO Pengakuan Ridwan Kamil Mau Diusung NasDem




Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at: