Showing posts with label Pilgub Jabar. Show all posts
Showing posts with label Pilgub Jabar. Show all posts

Jadi Cagub Terpopuler, Aa Gym Siap Maju di Pilgub Jabar 2018

Jadi Cagub Terpopuler, Aa Gym Siap Maju di Pilgub Jabar 2018
Popularitas Aa Gym sebagai Cagub Jabar 2018 mengalahakn Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar.

BandungAktual.com -- Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym masuk dalam bursa bakal calon Gubernur Jawa Barat 2018.

Pengasuh Pesantren Daarut Tauhiid ini bahkan menjadi kandidat paling populer pada Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018 menurut survei Poltracking yang dirilis di Jakarta, Kamis (8/6/2017).

Saat responden diberi 25 nama tokoh yang potensial untuk maju sebagai cagub Jabar, sebanyak 92,04 persen mengaku mengenal Aa Gym.

Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar di posisi kedua dengan 86,05 persen, politisi Partai Demokrat Dede Yusuf 84,03 persen, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil 79 persen.

Kepopuleran Aa Gym berbanding lurus dengan tingkat kesukaan atau akseptabilitas publik terhadapnya. Sebanyak 75,63 persen responden mengaku menyukai Aa Gym.

Setelah Aa Gym, ada Ridwan Kamil yang disukai 70,38 persen responden, Deddy Mizwar 68,00 persen, Dede Yusuf 67,38 persen, dan Desy Ratnasari 50,75 persen.

"Tak hanya dikenal, tapi Aa Gym juga jadi tokoh yang paling disukai," kata Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yudha dikutip Antara.

Aa Gym menyatakan tak punya ambisi untuk menjadi gubernur. Namun, Aa Gym menyatakan, dirinya siap menjadi Gubernur Jawa Barat 2018-2023 jika benar-benar mendapatkan dukungan masyarakat.

"Saya tidak punya ambisi untuk memimpin Jawa Barat, tapi jika ditakdirkan oleh Allah dan banyak dukungan, saya harus siap lahir dan batin karena yang terpenting adalah ridho Allah," ujar Aa Gym saat mengisi acara buka puasa bersama di kawasan Daarut Tauhid, Kamis (8/6/2017).

"Jika ada 2,5 juta Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Aa, Aa siap maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat," lanjutnya mengisyaratkan maju secara independen.

Survei Indo Barometer yang dipublikasikan Selasa (6/6/2017) juga menyebut nama Aa Gym. 

Menurut survei itu, ada lima calon dengan tingkat pengenalan tertinggi alias populer, yakni Deddy Mizwar (99%), Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym (94,9%), Desy Ratnasari (94,9%), Dede Yusuf (92,4%), dan Ridwan Kamil (88,8%).

Popularitas Aa Gym sebagai Cagub Jabar mulai menarik perhatian partai politik. Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Andre Rosiade, menyatakan partainya tengah melakukan penjaringan internal.

Menurut Andre, Gerindra mendapatkan sejumlah nama. Salah satu yang mencolok adalah KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym.

"Aspirasi yang banyak untuk bacagub eksternal sekarang adalah Aa Gym, disusul nama Deddy Mizwar yang kini duduk sebagai Wakil Gubernur Jabar," jelas Andre dikutip Tribun Jabar.
Bagaimana dengan Ridwan Kamil? Andre menyebut banyak kader dan simpatisan Gerindra yang kecewa dengan Wali Kota Bandung tersebut.

Emil  sudah menerima pinangan pencalonan dari Partai NasDem. Emil membuat kesepakatan dengan Nasdem untuk mendukung pencalonan kembali Joko Widodo sebagai Calon Presiden 2019.

Padahal, Partai Geridra pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan mendeklarasikan pencalonan Prabowo Subianto. Perbedaan sikap politik itulah yang disebutkan Andre tidak ada titik temu.

Dukungan bagi Aa Gym juga mulai datang dari masyarakat. Dilansir laman Sunda Pos, kaum muslimah yang tergabung dalam berbagai majelis taklim mendukung pencalonan Aa Gym.

"Kami dari Majelis Taklim At Taubah Soreang sengaja datang guna memberi dukungan kepada Aa Gym agar ikut dalam Pilkada Jabar," kata Ketua Dewan Pembina Majelis Taklim At Taubah, Hj. Fatmala Dewi.

Menurutnya, kehadiran Aa Gym di Pilkada Jabar diperlukan mengingat masa transisi kepemimpinan nasional di Jakarta telah memberi pengaruh cukup besar dampaknya bagi Jawa Barat secara menyeluruh.

"Intinya, kedepan Jawa Barat perlu sosok yang teduh, menganyomi umat dan mengembalikan pada kebajikan, ditengah krisis moralitas yang melanda negeri ini," tegas Fatma.

Sebelumnya, kaum ibu yang tergabung pada Majelis Dzikir Mapalla Ciwidey juga menyambangi Pesantren Daarut Tauhiid di Gegerkalong Kota Bandung guna memberi dukungan Aa Gym untuk maju dalam Pilkada Jabar 2018.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Jika Gagal di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Kembali Jadi Arsitek

Jika Gagal di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Kembali Jadi Arsitek
Jika Gagal di Pilgub Jabar, Ridwan Kamil Akan Pensiun dan Kembali Jadi Arsitek.

BandungAktual.com -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil akan kembali menjadi arsitek jika gagal di Pilgub Jabar 2018.

Sejauh ini, Emil --sapaan akrabnya-- baru diusung Partai NasDem pimpinan Surya Paloh. Jika NasDem gagal mendapatkan partai koalisi, maka NasDem tidak akan bisa mengusung Emil sendirian.

Emil mengungkapkan, posisi dirinya tidak maju dalam Pilgub Jabar 2018 masih ada. Sebab, sesuai dengan peraturan dari KPU, jika syarat calon yang diusung parpol tidak mencukupi, maka otomatis tidak bisa mengusung calon.

"Jadi saya mentalnya gubernur dan kembali jadi warga. Kalau Bandung (kembali jadi wali kota) sudah tutup. Jangan kaget kalau Saya enggak jadi maju (Pilgub). Kalau enggak jadi maju, saya pensiun saja, jadi arsitek," ungkapnya dikutip merdeka.com, Sabtu (10/6/2017).

Dari sejumlah bakal Calon Gubernur Jabar 2018, Emil bersaing ketat dengan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi.

Dalam survei tentang kandidat potensial di Pilkada Jawa Barat 2018 yang dirilis Lembaga Survei Poltracking Indonesia, Emil bahkan unggul. 

Hasil survei, Ridwan Kamil memiliki potensial tertinggi dipilih warga sebagai Gubernur Jawa Barat dengan angka 53,75 persen.

Emil ini mengaku bersyukur jika dalam beberapa hasil survei menempatkan dirinya dalam posisi teratas. Namun demikian, dirinya tidak mau takabur dengan hasil survei tersebut.

"Saya bersyukur dan tidak mau takabur. Definisi tidak mau takabur itu, tidak mau mengandalkan survei-survei hanya satu patokan. Ada cerita survei awal tinggi akhirnya rendah, ada juga cerita survei awalnya rendah akhirnya tinggi," ujar Emil.

Emil mengaku, meski dalam survei tingkat elektabilitasnya selalu tinggi, dirinya akan tetap memperbaiki sejumlah kelemahan. Diakuinya salah satu kelemahannya yakni kurang begitu dikenal di desa.

"Apa itu kelemahan Saya? Kelemahan Saya kuat di kota lemah di desa. Maka komunikasi akan diperbanyak di desa," katanya.

Selain itu, lanjut Emil, dirinya juga mulai menggencarkan safari ke daerah-daerah untuk menemui para tokoh di Jawa Barat. Cara itu dinilai efektif untuk menaikkan elektabilitasnya

"Saya melakukan sosialisasi jauh-jauh hari seperti ini kepada tokoh tokoh masyarakat, opinion maker istilahnya, itu saja," ungkap Emil.

Emil menduga,  salah satu faktor yang membuat elektabilitas tinggi yakni karena kinerjanya membangun Kota Bandung diapresiasi oleh warga Jawa Barat. 

"Saya menduga kinerja di Bandung diapresiasi oleh masyarakat Jabar. Berati kuncinya Saya kerja saja sebanyak-banyaknya untuk Bandung nanti diapresiasi oleh masyarakat Jabar," ujarnya.

Namun demikian, pendukung Emil juga berkurang karena ia diusung Partai NasDem yang dinilai sebagian pemilih Muslim sebagai partai pendukung penista agama (Ahok).*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

PPP Usung Bupati Tasikmalaya di Pilgub Jabar 2018

PPP Usung Bupati Tasikmalaya di Pilgub Jabar 2018
BandungAktual.com -- Bupati Tasikmalaya  Uu Ruzhanul Ulum diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk maju dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018.

Uu dikenalkan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PPP versi Ketua Umum PPP Romahurmuziy.

Romi mengatakan Uu merupakan kader terbaik PPP di Jawa Barat. 

"Bupati Tasikmalaya yang kita dorong untuk menjadi calon gubernur Jabar, karena kita inginkan Jabar dapat diduduki kader terbaik kami di Jawa Barat," kata Romi, Selasa (23/5/2018).

Uu yang hadir dalam Rapimnas tersebut mengaku siap diusung oleh partainya sebagai bakal calon gubernur Jawa Barat. Dia juga mengungkapkan strateginya untuk meraih hasil maksimal di Pilkada Jabar.

"Saya akan berusaha meningkatkan popularitas yang hari ini saya masih di angka 3 persen, kemudian juga membangun komunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat terutama dengan partai-partai karena PPP kan cuman 9 kursi kita harus membangun 20 kursi," ungkapnya dikutip merdeka.com.

Sebelumnya, Uu dikabarkan mendaftarkan diri menjadi bakal calon gubernur Jabar dari PDIP. Hal itu diperlihatkan ketika Uu mengambil formulir pendaftaran lewat partai berlambang kepala banteng tersebut.

"Hari ini Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum mengambil formulir untuk ikut dalam pendaftaran penjaringan bakal calon gubernur," kata Sekretaris DPD PDIP Jawa Barat, Abdi Yuhana.

Uu Ruzhanul Ulum mengaku optimistis dapat memenangi Pilgub Jabar 2018, meski harus bersaing dengan nama-nama besar seperti Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, dan Ridwan Kamil.

Menurut Uu, Pilkada Jabar tidak akan sepanas Pilkada DKI Jakarta. Pasalnya, bakal calon gubernur yang muncul di Jawa Barat semuanya Muslim.

"Paling juga persaingan antara muslim abangan, muslim santri dan muslim fundamental," ujarnya.

Selain Uu Ruzhanul Ulum, Deddy Mizwar, Dedi Mulyadi, dan Ridwan Kamil, bakal Cagub Jabar 2018 dipastikan muncul juga dari PDIP yang membuka pendaftaran bacagub untuk bertarung di Pilgub Jawa Barat 2018. Proses pengambilan formulir dan pendaftaran berlangsung mulai 20 Mei hingga 6 Juni 2017.

Di sisi lain, bakal Cagub Jabar yang sudah diusung Partai NasDem, Ridwan Kamil, mengatakan akan mengumumkan pasangan calon pendamping dirinya (Calon Wakil Gubernur) pada Pilkada Jabar 2018 usai lebaran atau akhir Juni 2017.

"Setelah lebaran keputusan berpasangan dengan siapanya, tunggu nanti," katanya seperti dilansir dari Antara, Minggu (21/5/2017).

Emil mengaku posisi Cawagub diserahkan kepada koalisi partai yang akan mengusungnya.

"Saya belum bisa memutuskan karena saya bukan pengambil keputusan, saya posisinya homeless tidak punya partai. Jadi posisi wakil saya serahkan pada koalisi," katanya.*



Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Ridwan Kamil Jelaskan Soal Video NasDem Punya Media dan Kejaksaan

Emil mengakui video itu memang dirinya, namun tidak ditayangkan secara utuh sehingga menimbulkan persepsi berbeda.

Ridwan Kamil Jelaskan Soal Video NasDem Punya Media dan Kejaksaan
BandungAktual.com -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberikan penjelaskan soal video yang berisi dirinya mengaku menerima usungan Partai NasDem di Pilgub Jabar 2018 karena partai pimpinan Surya Paloh itu punya media dan kejaksaan.

Dalam potongan video berdurasi 2 menit 32 detik yang menjadi viral tersebut, pria yang karib disapa Emil itu menyebutkan Partai NasDem punya media dan kejaksaan. Video tersebut diunggah di YouTube, kemudian menjadi viral.

Dalam video tersebut, Emil mengatakan "..tiba-tiba NasDem tidak banyak mikir, di posisi yang sama itu, langsung aja mendeklarasikan (saya sebagai calon Gubernur Jawa Barat). NasDem ini, dia punya media dan Kejaksaan. Kalau saya tolak, kemungkinan banyak mudaratnya kepada saya, kepada pembangunan Kota Bandung terganggu."

Saat diklarifikasi, Emil mengakui video itu memang dirinya, namun tidak ditayangkan secara utuh sehingga menimbulkan persepsi berbeda.

"Saya itu pada saat di Subang selama dua hari diminta kiai menanyakan peta politik. Karena para kiai minta saya maju lewat independen. Tapi kata para kiai, kalau tidak lewat independen kira-kira tipe-tipe politik itu apa," ucap Emil, Rabu (17/5/2017), dikutip Detik.

Menurut Emil, di hadapan 100 orang kiai dan ulama itu ia tidak hanya bicara soal Partai NasDem.

"Saya terangkan semua partai. Kalau Partai Demokrat, nasionalis religius, tidak ada yang anggotanya sekarang ada di pemerintahan. Kalau PDIP nasionalis, kemudian kader-kadernya ada yang jadi menteri," tutur Emil.

Emil juga menjelaskan soal PKB, NasDem, dan Perindo. "Kemudian PKB afiliasinya ke muslim NU, kadernya ada yang menjadi menteri. Pas NasDem juga sama nasionalis, restorasi, kadernya ada yang di kejaksaan dan punya media juga. Perindo saya terangkan," ucapnya.

Emil menegaskan, dirinya menerima dukungan NasDem di Pilgub Jabar 2018 karena dua hal, yakni tidak meminta dirinya menjadi kader dan tidak meminta mahar.

"Alasan utama ini tolong digarisbawahi. Bahwa di dalam partai tadi masing-masing punya jaringan punya media itu hanya tersier saja," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, NasDem dan Ridwan Kamil menyepakati tiga hal, yakni tidak menjadi kader partai, mempercepat pembangunan, dan mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Bersama PDIP, NasDem akan kembali mengusung Jokowi di Pilpres mendatang.

Ketua Umum NasDem Surya Paloh mengatakan, Ridwan Kamil merupakan pintu masuk dukungan Jawa Barat untuk Jokowi. Dalam skala nasional, jumlah pemegang hak suara terbanyak berada di provinsi tersebut.

""Dia harus mampu mempercepat pembangunan di Jawa Barat yang menimbulkan rasa optmisme kuat karena pada 2019 NasDem akan kembali mendukung Jokowi," ujarnya saat deklarasi di Bandung, Minggu (19/3/2017), sebagaimana dikutip CNN Indonesia.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Video Ridwan Kamil Pilih Nasdem karena Punya Media dan Kejaksaan

Video Ridwan Kamil Pilih Nasdem karena Punya Media dan Kejaksaan
Menurut Pakar Mikro Ekspresi, Video Ridwan Kamil mengaku Pilih Nasdem karena Punya Media dan Kejaksaan adalah Benar.

BandungAktual.com -- Video Ridwan Kamil yang mengungkapkan alasan ia menerima pinangan Partai Nasdem karena punya media dan kejaksaan menjadi viral di media sosial.

Emil --sapaan akrab Ridwan Kamil-- sejauh ini belum memberikan tanggapannya, padahal Emil dikenal sebagai pegiat media sosial.

Pakar Mikro Ekspresi, Mardigu, membenarkan sosok yang berada di video berdurasi sekitar 2,5 menit itu adalah Kang Emil. "Benar (Kang Emil)," ujarnya kepada JawaPos, Selasa (16/5/2017).

Menurut Mardigu, hal itu bisa dipastikan dengan suara dan gerakan bibir sosok yang tengah berbicara tersebut. "Suara dan gerakan bibirnya cocok," jelasnya.

Dalam video berdurasi sekitar 2,5 menit yang beredar di Youtube dan media sosial lainnya itu, Emil mengungkapkan alasannya menerima pinangan Nasdem sebagai Calon Gubernur di Pilgub Jabar 2018, termasuk penolakan sejumlah partai yang disambanginya.

"Tiba-tiba Nasdem tidak banyak mikir di pos yang sama itu. Langsung saja mendeklarasikan. NasDem ini Pak, dia punya media. Dia punya kejaksaan," katanya.

"Jadi kalau saya tolak, kemungkinan lebih banyak mudharatnya Pak. Kepada saya atau pembangunan Kota Bandung," sambungnya.

Pertemuan itu disebut-sebut digelar di Pondok Pesantren Pagelaran III Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Minggu, 23 April 2017. Emil memang mulai melakukan safari politik ke daerah bersana NasDem tiap akhir pekan.

Acara di Subang itu dalam rangka Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad Saw 1438 H sekaligus deklarasi dukungan Komunitas Pesantren se-Jawa Barat agar Ridwan Kamil bisa mencalonkan diri dalam Pilgub Jabar 2018 melalui jalur perseorangan/independen.

Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh merupakan pemimpin Metro TV dan Media Indonesia. Selain itu, Jaksa Agung HM Prasetyo juga adalah politikus Partai Nasdem.

Metro TV sendiri dikenal di kalangan umat Islam sebagai media anti-Islam. Terbaru, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebutkan Metro TV sebagai media tukang bohong, termasuk sering melakukan pemberitaan miring tentang Islam dan kaum Muslim.

DIkutip Tribunnews, di akun twitternya, Fahri menulis bahwa Metro TV mengarang berita dirinya akan ke Bitung melantik pengurus FPI.

"Dari mana @Metro_TV bisa mengarang berita saya mau lantik FPI di Bitung? Media begini bikin rakyat resah karena suka bohong," tulis Fahri, Senin (15/5/2017).

Fahri juga menyesalkan pemberitaan Metro TV yang katanya satu rombongan dengan pengurus FPI yang akan dilantik. "Lah wong saya dari Makassar. Terus yang FPI itu siapa namanya?" tanya Fahri.

Dia menilai aneh sikap Metro TV yang mempersoalkan Aksi 411 Damai umat Islam.

"Yang aneh, @Metro_TV Masih menyesalkan #Aksi411 dan seterusnya. Coba bayangkan. Ini jurnalisme apa?" kata dia.

Menurut Fahri, aksi jutaan orang berkali-kali melakilan aksi damai dan tidak ada senjata dan api lalu malah dimaki dan dipersoalkan.

"Sementara itu aksi segelintir orang bersenjata atau yang menolak keputusan pengadilan negara diapresiasi," ujar Fahri.

Dia sekali lagi menyesalkan jurnalisme Metro TV yang dianggap partisan dan misleading.

"Saya datang ke seluruh Indonesia tidak ada masalah. Disambut secara baik, kok ada kelompok berseragam jadi ada masalah?" tanya Fahri.

Lanjut Fahri, "menyembunyikan identitas kalian yang berada di belakang semua ini itulah kejahatan @Metro_TV. Berpolitik dengan identitas itulah demokrasi dan kalau tidak kenapa membangun sistem politik berbasis partai?" merujuk pada pemilik Metro TV sebenarnya, James Ryadi.

"Tapi yang jahat adalah menggunakan media seolah netral sambil menyembunyikan identitas di belakang layar. Freedom of the press is not the freedom of the owner of the press," tulis Fahri.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

NasDem Persilakan Ridwan Kamil Pilih Jalur Independen di Pilgub Jabar 2018

NasDem Persilakan Ridwan Kamil Pilih Jalur Independen di Pilgub Jabar 2018
NasDem Persilakan Ridwan Kamil Pilih Jalur Independen atau lewat PDIP di Pilgub Jabar 2018.

BandungAktual.com -- Partai NasDem menyatakan tidak keberatan jika Ridwan Kamil maju di Pilgub Jabar 2018 melalui jalur independen dan siap membantu dalam pengumpulan KTP.

NasDem juga menyatakan tetap akan mendukung bila Emil ikut penjaringan calon dari PDI Perjuangan.

‎"Kalau Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) pilih independen, NasDem akan tetap support, dukung Kang Emil, dan kita juga akan bantu untuk kumpulkan KTP," kata Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Saan Mustopa, Senin (15/5/2017).

Dikatakannya, NasDem juga menyatakan tak melarang ‎jika Emil ikut penjaringan calon gubernur Jawa Barat yang digelar PDIP Jabar 20 Mei - 6 Juni 2017.

"NasDem tidak akan pernah memagari Kang Emil, harus dengan partai ini, harus dengan NasDem, enggak. Kang Emil kita beri kebebasan untuk berkomunikasi," katanya dikutip Merdeka.

Ridwan Kamil sendiri sudah sibuk melakukan safari politik ke daerah-daerah bersama Partai NasDem yang sudah mendeklarasikannya sebagai Cagub Jabar 2018.

Jadwal safari politik Emil di hari Sabtu dan Minggu. 

"Setelah NasDem mendukung saya, tentunya kita banyak koordinasi yang baik melakukan sinkronisasi. Saya sebagai wali kota menjaga etika waktu. Kalau Senin-Jumat hak warga Bandung kerja full tidak ada perubahan. Hanya saja ada, di akhir pekan karena Jawa Barat luas dengan 27 kota kabupaten," katanya.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Ridwan Kamil Mau Diusung Nasdem karena Punya Media dan Kejaksaan

Ridwan Kamil Mau Diusung Nasdem karena Punya Media dan Kejaksaan
BandungAktual.com -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bersedia diusung Nasdem dalam Pilgub Jabar 2018 karena partai pimpinan Surya paloh itu punya media dan kejaksaan.

Hal itu terungkap dalam sebuah video pertemuan Emil --sapaan Ridwan Kamil-- dengan Komunitas Pesantren se-Jawa Barat. Video tersebut menjadi pembicaraan di media sosial.

Dalam video itu, Emil menjelaskan alasan kenapa menerima pinangan Partai Nasdem menjadi Calon Gubernur Jawa Barat.

Menurutnya, alasan ia menerima pinangann NasDem karena sejumlah partai yang ia temui sebelumnya menyatakan penolakan untuk mengusungnya menuju Jabar 1.

"Tiba-tiba Nasdem tidak banyak mikir di pos yang sama itu. Langsung aja mendeklarasikan. Nasdem ini Pak, dia punya media. Dia punya kejaksaan," kata Emil.

"Jadi kalau saya tolak, kemungkinan lebih banyak mudharatnya Pak. Kepada saya atau pembangunan Kota Bandung," sambungnya dikutip RMOL.

Emil menambahkan, pernyataan demkian baru baru pertama kali disampaikan. Karenanya, ia minta pernyataan bahwa ia menerima Nasdem dengan alasan partai itu punya media dan kejaksaan dirahasiakan.

Pertemuan itu disebut-sebut digelar di Pondok Pesantren Pagelaran III Kecamatan Cisalak Kabupaten Subang, Minggu 23 April 2017.

Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh, merupakan pengusaha pers dan pemimpin Media Group (Media Indonesia, Lampung Post, dan Metro TV). Jaksa Agung HM Prasetyo juga politikus Partai Nasdem.

Pernyataan Emil menguatkan dugaan dirinya mencari aman agar tidak terjerat kasus hukum dengan menerima Nasdem dan bisa maju sebagai Cagub Jabar 2018. Namun demikian, Nasdem tidak bisa mengusung Emil sendirian, harus berkoalisi dengan partai lain.


Sebelumnya, Emil mengungkapkan alasan tidak maju melalui Gerindra dan PKS sebagaimana ia diusung saat Pilwalkot Bandung 2013.

Selain Emil, bakal Cagub Jabar 2018 lainnya antara lain Deddy Mizwar (Wagub Jabar sekarang) dan Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta).

Deddy Mizwar akan diisung Gerindera, PKS, dan PAN. Dedi Mulyadi akan diusung Golkar dan Hanura.*

VIDEO Pengakuan Ridwan Kamil Mau Diusung NasDem




Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Bakal Calon Gubernur Jabar 2018: Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil and Deddy Mizwar
Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil, Deddy Mizwar. (Sindo)
Bakal Calon Gubernur Jabar 2018 mengerucut pada tiga nama: Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi.

BandungAktual.com -- Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018 kemungkinan menghadirkan tiga pasangan Cagub-Cawagub.

Sudah ada tiga nama calon gubernur yang mendapat dukungan Partai Politik, yakni Deddy Mizwar yang kemungkinan besar diusung Gerindra, PKS, dan PAN; Ridwan Kamil yang sudah pasti diusung Partai NasDem --kemungkinan plus PDIP, dan Dedi Mulyadi yang diusung akan diusung Golkar dan Hanura.

Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, dan Dedi Mulyadi juga masuk dalam tiga terbesar top of mind dari publik terkait bakal kandidat Gubernur Jabar 2018 berdasarkan hasil survei Instrat.

Selain ketiga nama tersebut, masih ada sejumlah nama lain berdasarkan survei. Namun, ketiga nama di atas sejauh ini paling mendekati kepastian sebagai cagub Jabar 2018.

Untuk nama-nama cagub-cawagub lainnya, kemungkinan muncul dari Bursa Cagub Jabar 2018 sebagaimana hasil survei yang dilansir Antara.

Hasil survei Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI) dan Citra Survei Indonesia (CSI) memunculkan nama-nama sebagai berikut dalam Bursa Bakal Calon Gubernur Jabar 2018:
  • Deddy Mizwar (Wagub Jabar)
  • Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung
  • Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta)
  • TB Hasanudin (PDIP)
  • Desy Ratnasari (PAN)
  • Uu Ruzhanul Ulum (Bupati Tasikmalaya)
  • Iwan Sulandjana (eks Pangdam Siliwangi)
  • Saan Mustopa (Nasdem)
  • Nurul Arifin (Golkar)
  • Netty Heryawan (PKS)
  • Cellica Nurrachadiana (Bupati Karawang)
  • Irvan Rivano Muchtar (Bupati Cianjur)

Di luar nama Deddy Mizwar, Ridwan Kamil, dan Dedi Mulyadi potensial menjadi calon wakil gubernur, namun tidak menutup kemungkinan munculnya nama-nama lain di luar hasil survei, termasuk  Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Deddy Mizwar mendapatkan dukungan Gerindra, PKS, dan kemungkinan PAN.

Dilansir Merdeka, Golkar dan Hanura sepakat bergabung untuk mengusung Dedi Mulyadi. Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD Golkar Jabar itu dinilai sebagai kader tebaik yang dimiliki Golkar di Jawa Barat. 

Ridwan Kamil sudah dideklarasikan Partai NasDem. Namun, Nasdem tidak bisa sendirian mengusung calonnya. Pasalnya, UU Pilkada No 8 Tahun 2015 mensyaratkan perolehan minimal 20% dari jumlah kursi DPRD atau 25% dari total perolehan suara sah dalam Pileg DPRD Jabar bagi parpol atau gabungan parpol yang hendak mengusung pasangan calon.

Tantangannya, Partai Nasdem sudah dipersepsikan publik sebagai "parpol pendukung penista agama" sehingga parpol lain akan amat hati-hati untuk berkoalisi dengan Partai Nasdem di Pilgub Jabar. Jika tak ada satu pun partai yang mau berkoalisi dengan Nasdem, maka Ridwan Kamil akan terpental atau maju sebagai calon independen.

Satu-satunya partai yang bisa mengusung calon tanpa harus koalisi di Pilgub Jabar 2018, PDIP, belum menentukan calon. Salah satu nama yang muncul di PDIP adalah Ketua DPD PDIP Jabar, TB Hasanuddin. 

Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN masih belum memiliki calon. PAN yang memunculkan nama Desy Ratnasari kemungkinan besar mendukung calon yang akan diusung Gerindra dan PKS, Deddy Mizwar.

Di di putaran kedua Pilkada DKI 2017, PAN mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Gerindra dan PKS.*

Bursa Nama Bakal Calon Gubernur Jabar 2018:
  • Deddy Mizwar (Wagub Jabar)
  • Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung
  • Dedi Mulyadi (Bupati Purwakarta)
  • TB Hasanudin (PDIP)
  • Desy Ratnasari (PAN)
  • Uu Ruzhanul Ulum (Bupati Tasikmalaya)
  • Iwan Sulandjana (eks Pangdam Siliwangi)
  • Saan Mustopa (Nasdem)
  • Nurul Arifin (Golkar)
  • Netty Heryawan (PKS)
  • Cellica Nurrachadiana (Bupati Karawang)
  • Irvan Rivano Muchtar (Bupati Cianjur)
Bakal Calon Gubenur Jabar Terpopuler versi Instrat:
  1. Deddy Mizwar (94 persen)
  2. Dede Yusuf (89,7 persen)
  3. Desy Ratnasari (86,9 persen)
  4. Ridwan Kamil (80,4 persen)
  5. Rieke Diah Pitaloka (69,2 persen)
  6. Dedi Mulyadi (57,6 persen)
  7. Netty Heryawan (26,5 persen)
  8. Uu Ruzhanul Ulum (24,3persen)
  9. Puti Guntur Soekarnoputri (19,3 persen)
  10. Bima Arya Sugiarto (18,3 persen)
  11. TB Hasanudin (8,3 persen)
  12. Tate Qomarudin (6,1 persen)
  13. Haris Yuliana.


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at: