Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Bobotoh Sejati vs Bobotoh Karbitan Persib Bandung

Bobotoh Sejati vs Bobotoh Karbitan Persib Bandung
BOBOTOH, menurut Kamus Bahasa Indonesia, adalah sebutan untuk pendukung sepakbola. Namun, istilah Bobotoh saat ini bermakna khusus, yakni suporter atau pendukung klub sepakbola Persib Bandung.

Menurut Wikipedia, Bobotoh adalah sebutan untuk pendukung klub sepakbola Persib Bandung.

Nama atau istilah Bobotoh berasal dari bahasa Sunda yang berarti orang-orang yang mendorong atau membangun semangat bagi orang lain.

Bobotoh Persib mengorganisasikan diri dalam beberapa kelompok suporter, seperti Viking Persib Club dan Bomber. Ada juga Bobotoh Oriental, Hooliganisme, Ultras, dan Casuals.

Kelompok terbesar Bobotoh adalah Viking Persib Club.

Belakangan muncul istilah Bobotoh Sejati dan Bobotoh Karbitan. Keduanya muncul di media sosial seiring maraknya kritik terjadap penampilan Persib Bandung di Liga 1 2017.

Dari komentar-komentar yang muncul, sebutan Bobotoh Sejati ditujukan kepada suporter atau fans Persib yang tetap memberi dukungan baik menang maupun kalah.

Istilah Bobotoh Karbitan ditujukan kepada suporter Persib yang hanya mendukung dan memuji ketika menang.

Istilah Bobotoh Sejati dan Bobotoh Karbitan tidaklah tepat digunakan dan harus dihapuskan karena hanya membuat perpecahan di kalangan bobotoh. 

Yang menuduh orang lain bobotoh karbitan terkesan "merasa paling bobotoh" atau "asa pang bobotohna". Bobotoh Karbitan bermakna negatif yang hanya membuat pihak yang dituduh tersinggung.

Bisa jadi, yang disebut Bobotoh Karbitan adalah mereka yang meramaikan #DjanurOut dan #KosongkeunStadion. Sedangkan Bobotoh Sejati adalah mereka yang meramaikan #InDjanurWeTrust atau #SaveDjanur.

Namun, harus diingat, Bobotoh menunjukkan dukungan kepada Persib dengan berbagai cara, tidak hanya dengan datang ke stadion dan bersorak-sorai memberi semangat.

Kritik, bahkan caci-maki sekalipun, sejatinya menunjukkan kecintaan mereka kepada Persib. Mereka PEDULU kepada Persib. Justru caci-maki itu merupakan wujud kecintaan dan kepedulian. Jika tidak cinta dan tidak peduli, masa bodo amat sama Persib! Mau bagus mau tidak, masa bodo!

Dengan demikian, sebenarnya tidak ada istilah Bobotoh Sejati dan Bobotoh Karbitan. Semuanya Bobotoh. Hanya cara mengekspresikan dukungannya yang beragam.

Dalam kamus fans sepakbola, kita menemukan istilah fake fans dan plastic pan yang merujuk pada bukan suporter sejati.

A Fake Football Fan atau Glory supporter merujuk pada orang yang hanya ikut-ikutan mendukung dan muncul saat sebuah tim menang atau hanya sesekali saja menunjukkan dukungan.

Plastic Fan yaitu fans yang memberi dukungan kepada sebuah tim, namun tidak banyak tahu tentang sejarah, budaya, nama-nama pemain, dan prestasi tim. Bisa dikatakan, plastic fans hanya "simpatisan".

Demikian ulasan Bobotoh Sejati vs Bobotoh Karbitan Persib Bandung. Yang pasti, suporter yang suka menyalakan flare, kembang api, atau masuk lapangan dan pelanggaran lainnya, BUKAN BOBOTOH, melainkan "penyusup" yang hanya merugikan Persib dan nama baik Bobotoh!

Yang namanya Bobotoh Persib tidak akan berbuat sesuatu yang merugikan tim Persib Bandung. Bobotoh Persib harus mewaspadai banyaknya "penyusup" tersebut dengan ciri utama menyalakan flare, kembang api, atau melanggar aturan pertandingan.

Wasalam. (Admin BandungAktual.com).*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Bobotoh Permasalahkan Permainan Persib Bandung, Bukan Hasil

Bobotoh Permasalahkan Permainan Persib Bandung, Bukan Hasil
Bobotoh Permasalahkan Permainan Persib Bandung, Bukan Hasil. Djanur dituntut kreatif.

BandungAktual.com -- Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman tengah dalam posisi terancam menyusul gelombang kritik bobotoh terhadapnya.

Djanur --sapaan akrabnya-- dinilai kurang piawai dalam meracik strategi permainan, terutama dalam hal pergantian pemain.

Sejak awal musim, ekspektasi bobotoh terhadap kualitas pemainan Persib sangat tinggi karena skuat Persib musim ini ditaburi pemain bintang, termasuk dua marquee player Michael Essien dan Carlton Cole.

Kritik Bobotoh mulai muncul saat Persib dikalahkan Bali United dalam pertandingan uji coba di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (8/4/2017).

Saat itu Bobotoh memaklumi karena hanya pertandingan persahabatan. Djanur dianggap masih menyimpan kekuatan Maung Bandung yang sebenarnya.

Namun, di laga pertama Liga 1 kontra Arema FC, ternyata permainan Persib dinilai sama saja dengan saat melawan Bali United. Hasilnya 0-0. Kritik bobotoh mulai muncul.

Di laga kedua melawan PS TNI, Persib ditahan imbang 2-2, padahal unggul 2-0 hingga menit ke-85. Saat itu bobotoh menyalahkan Djanur karena mengganti Billy Keraf yang tampil baik. Penggantian Billy dinilai blunder karena PS TNI keluar dari tekanan dan mampu membuat dua gol balasan hanya dalam waktu lima menit!

Di laga ketiga, Persib menang 2-0 di GBLA atas Sriwijaya FC. Kritik bobotoh mulai mereda. Apalagi Maung Bandung kembali menang 1-0 di Gresik dan menang lagi 1-0 di GBLA atas Persipura Jayapura di laga kelima Liga 1.

Setelah itu, dua pertandingan berikutnya Maung Bandung hanya mampu bermain imbang --melawan Semen Padang FC 0-0 di Padang dan kontra Borneo FC 2-2 di GBLA.

Hasil terakhir membuat Djanur menjadi bulan-bulanan kritik Bobotoh, bahkan muncul tagar #DjanurOutr di Twitter.

Atep Persib vs Borneo FC
Atep Persib vs Borneo FC. Pemain lawan mudah antisipasi.*
Secara hasil, Persib sebenarnya cukup baik di awal Liga 1 2017 ini. Empat kali imbang dan tiga kemenangan membuat Maung Bandung kini bertengger di posisi dua klasemen sementara dengan nilai 13, beda 3 poin dengan PSM Makassar di puncak klasemen.

Namun, yang dimasalahkan Bobotoh --sebagaimana komentar mereka di media sosial-- adalah permainan Persib yang monoton yang "mengkhawatirkan", padahal kualitas para pemain tidak diragukan.

Djanur dinilai masih mengandalkan serangan sayap --disebut bobotoh sebagai "mapay gawir"-- melalui agresivitas Atep dan Febri Hariyadi. Bahkan, Shohei Matsunaga dan Tantan yang diposisikan sebagai striker juga sering "malipir" ikut-ikutan menyerang melalui sayap.

Pola serangan demikian dinilai monoton dan mudah diantisipasi lawan. Djanur dinilai tidak kreatif dalam mengatur strategi penyerangan.

Selain itu, usai laga Djanur hampir selalu menyalahkan pemain, termasuk ketika Essien gagal penalti saat melawan Borneo FC.

Djanur dinilai tidak berani melakukan terobosan. Pelatih asal Majalengka ini terkesan hanya menyusun starting line-up dan cadangan, namun tidak kreatif melakukan terobosan strategi permainan, misalnya dalam pergantian pemain, saat Maung Bandung berlaga.

Alhasil, bukan hanya Bobotoh yang mengeritik keras Djanur. Kini Manajer Umuh Muchtar pun memberi ultimatum kepada Djanur agar melakukan perubahan. Umuh mulai mendengar kritik pedas Bobotoh.*

KLASEMEN LIGA 1 PEKAN KE-7

#
Team Name
P
W
D
L
F
A
GD
Pts
1
PSM Makassar
7
5
1
1
10
5
5
16
2
Persib Bandung
7
3
4
0
8
4
4
13
3
Madura United
7
3
3
1
11
7
4
12
4
Mitra Kukar
7
3
3
1
11
9
2
12
5
PS TNI
7
3
3
1
11
11
0
12
6
Bhayangkara FC
7
4
0
3
10
10
0
12
7
Arema FC
7
3
2
2
5
6
-1
11
8
Persela Lamongan
7
3
1
3
10
7
3
10
9
Barito Putera
7
3
1
3
9
7
2
10
10
Persipura Jayapura
6
3
1
2
8
7
1
10
11
Sriwijaya FC
7
3
1
3
8
8
0
10
12
Bali United Pusam
6
3
0
3
8
6
2
9
13
Pusamania Borneo
7
2
2
3
9
10
-1
8
14
Semen Padang
7
2
2
3
5
6
-1
8
15
Persija Jakarta
6
1
2
3
4
5
-1
5
16
Perseru Serui
7
1
2
4
5
9
-4
5
17
Gresik United
7
1
1
5
5
13
-8
4
18
Persiba Balikpapan
6
0
1
5
3
10
-7
1


livescore


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at: