Showing posts with label Lingkungan. Show all posts
Showing posts with label Lingkungan. Show all posts

PLN Bandung Terima Bayar Listrik Pakai Sampah

PLN Bandung Terima Bayar Listrik Pakai Sampah
BandungAktual.com -- PLN Kota Bandung menerima pembayaran listrik dengan menggunakan sampah lewat Bank Sampah Induk Kota Bandung.

Caranya, warga terlebih dulu harus memiliki tabungan di bank sampah Jln Tubagus Ismail XIV No. 1 Sekeloa, Coblong, Kota Bandung.

"Dari tabungan itu, uangnya bisa digunakan untuk membeli token listrik. Di sini ada jual token listrik. Jadi, setidaknya masyarakat terbantu bayar listriknya dengan sampah yang dikumpulkan," kata General Manager PT PLN Distribusi Jawa Barat, Iwan Purwana di Bandung.

Dilansir Antara, Selasa (21/2/2017), warga Kota Bandung yang ingin membayar listrik menggunakan sampah hanya perlu membawa sampah ke bank sampah. 

Sampah yang mereka kumpulkan kemudian akan ditimbang, lalu nilai uangnya dihitung dan dimasukkan ke rekening bank sampah milik mereka.

Hasil penjualan sampah tersebut, kata Iwan, bisa langsung digunakan untuk membayar listrik atau ditukarkan dengan token untuk membayar listrik. "Mekanismenya seperti itu, cukup mudah. Cukup nabung sampah, biaya listrik sudah terbayar," katanya.

Bank Sampah Induk Bandung dikembangkan dari Bank Sampah Hijau Lestari yang sekarang sudah memiliki 131 unit bank sampah di 54 kelurahan di Kota Bandung. (L6).*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Ridwan Kamil Sampaikan "Salam Jari Tengah" untuk Penyampah di Trotoar Dago

"Salam Jari Tengah" untuk Penyampah di Trotoar Dago
BandungAktual.com -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil murka saat orang tidak bertanggung jawab dan tidak beradab nyampah di salah satu ikon baru Kota Bandung, Trotoar Dago Jln Ir H Juanda Kota Bandung.

Di akun instargramnya, @ridwankamil pada Minggu (12/2/2017), Emil --sapaan akrabnya-- menuliskan kalimat 'salam jari tengah' untuk para penyampah yang membuang sampah di Trotoar Dago yang baru saja selesai dibangun Pemkot Bandung itu.

"Jari tengah itu simbol kemarahan dalam diam," jelas Emil di Balai Kota Bandung, Selasa (14/2/2017), dikutip Okezone.

"Saya tinggal di Amerika lima tahun, artinya (salam jari tengah) tidak selalu seperti yang orang terjemahkan," ungkapnya.

"Menurut orang Amerika, itu adalah simbol angry in silent (kemarahan dalam diam), orang sudah malas marah, tidak bisa berucap, dia simbolnya itu, bukan berarti FU ya," jelas Emil.

Awalnya foto tersebut diunggah oleh Fadjroel Rachman, dan menyampaikannya langsung kepada Walikota Bandung itu, dengan caption seperti ini.

"Dikirim teman, trotoar Bandung sudah seperti di Barcelona kata Kang @ridwankamil tapi sayang oknum warga msh nyampah tak membantu walkotnya berbenah Bandung," tulisnya.

Ridwan Kamil yang mengetahui hal tersebut pun langsung marah atas apa yang dia lihat dalam foto tersebut.

Kang Emil--sapaan akrab Ridwan Kamil--langsung men-screenshot foto yang diunggah oleh akun @fadjroelrachman.

Ia kemudian mengunggahnya kembali dalam akunnya Instagramnya dengan caption: "Buat anda2 #KelasMenengahNgehe yang menikmati trotoar dago yang baru tapi nyampah seperti ini. Ini pesan dari kami: Salam jari tengah," tulisnya.




Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Pemkot Bandung Resmikan Skywalk Cihampelas - Teras Cihampelas

Pemkot Bandung Resmikan Skywalk Cihampelas - Teras Cihampelas
BandungAktual.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meresmikan Skywalk Cihampelas yang kini bernama Teras Cihampelas, Sabtu (4/2/2017).

Proyek sarana pejalan kaki (pedestrian) di atas jalan raya senilai Rp45 miliar itu memiliki kapasitas hingga 3.000 orang dan akan menampung para pedagang kaki lima (PKL) yang semula memenuhi pinggir Jalan Cihampelas Kota Bandung.

Menurut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, Teras Cihampelas ini adalah yang kedua di dunia setelah kota New York, Amerika Serikat. Kota Bandung adalah yang pertama di Indonesia sehingga seharusnya tak akan terlalu sulit menggaet wisatawan.

Pemkot Bandung Resmikan Skywalk Cihampelas - Teras Cihampelas
Emil meresmikan Teras Cihampelas bersama Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial. Menurut Emil, Teras Cihampelas merupakan upaya inovasi penataan kota di tengah kebutuhan lahan yang semakin sempit.

"Menata kota itu tidak mudah karena multidimensi. Karena tidak mudah harus kreatif. Tidak selalu di atas tanah bisa di atas jalan dan membangun itu bisa di bawah tanah," kata Emil.

Emil menuturkan dirinya memang ingin mewujudkan kota yang ramah bagi pejalan kaki. Bebas beraktivitas di area publik tanpa terganggu oleh kendaraan sekalipun berada di atas jalan raya.

Teras Cihampelas sepanjang 450 meter ini juga rencananya akan diperpanjang hingga Jalan Layang Pasupati yang akan dihubungkan ke Taman Sari dan Gelap Nyawang.

Pemkot Bandung Resmikan Skywalk Cihampelas - Teras Cihampelas
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Iskandar Zulkarnain mengatakan, pembangunan skywalk menghabiskan anggaran sebesar Rp 48,5 miliar. Dengan panjang 450 meter, lebar 7,6 meter, serta tinggi empat meter.

"Dilaksanakn dengan metode rancang bangun dalam jangka waktu tiga bulan dari 20 September sampai 29 Desember. Dengan tambahan waktu satu bulan," katanya dikutip Republika.

Teras Cihampelas dibagi menjadi tiga zona yakni kuliner, suvenir, dan zona nyaman. Skywalk ini menampung 192 kios pedagang yang sebelumnya menjadi pkl di pinggir Jalan Cihampelas. (ROL/PR).*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Ridwan Kamil Tegaskan Kebun Binatang Bandung Bukan Milik Pemkot

Ridwan Kamil Tegaskan Kebun Binatang Bandung Bukan Milik Pemkot
BandungAktual.com -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menegaskan, Kebon Binatang Bandung yang kini tengah disorot bukan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, melainkan milik pribadi atau yayasan.

Izinnya pun menjadi kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), bukan Pemkot, sehingga teguran hukum atau pencabutan izin pun bukan kewenangan Pemkot Bandung.

Emil --sapaan Ridwan Kamil-- menjelaskan hal itu melalui akun instagramnya @ridwankamil.

”Buat kamu-kamu yang gampang emosian komen menghujat Pemkot Bandung tanpa meriset berita, Gini ya: Kebun Binatang Bandung itu milik pribadi/yayasan bukan milik Pemkot. Pemberian Izin, teguran hukum atau pencabutan izin semua kebun binatang se-Indonesia itu secara hukum itu adalah kewenangan Kementerian Lingkungan Hidup, bukan Pemkot,” tulisnya.

”Pemkot Bandung sudah berkirim surat komplain sejak tahun lalu ke kementrian lingkungan hidup @kementerianlhk untuk bertindak terhadap isu ini dan sdh mengirim surat teguran ke yayasan kebun binatang untuk memperbaiki situasi yg mempermalukan nama baik kota Bandung. Namun secara hukum upaya kami tidak bisa lebih dari itu. Andai secara hukum milik pemkot mah, udah dari kapan2 saya beresin masalahnya,” kata Emil.

Di pihak lain, Humas Kebun Binatang Bandung, Sudaryo, menegaskan, pihak tetap akan membuka kebun binatang sebagai tempat rekreasi sekaligus edukasi bersejarah di Kota Bandung.

”Saya tidak akan menanggapi itu (desakan penutupan, Red). Kebon Binatang Bandung tetap buka seperti biasa,” tegas Sudaryo dilansir Bandung Ekspres , Kamis (19/1/2017).

Ia menegaskan, hanya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mempunyai wewenang untuk menutup atau mengambil alih kebun binatang tersebut.

Kementerian LHK sendiri berjanji bakal mengambil keputusan terkait pengelolaan Kebun Binatang Bandung.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar bahkan menanggapi langsung petisi daring yang ditujukan padanya di laman change.org. Per Jumat, 20 Januari 2017, sudah lebih dari 33 ribu orang membubuhkan tanda tangan mereka. 

"Saya sudah mengirim tim ke lapangan untuk mengecek langsung kondisi beruang di Kebun Binatang Bandung, serta tim mengumpulkan bahan-bahan dan keterangan yang akan saya pergunakan untuk mengambil keputusan yang tepat,” kata Siti Nurbaya.

Tim bentukan Kementerian tersebut berisi dokter yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan dan kesejahteraan hewan, berikut kelayakan kondisi tempat. Hasil penyelidikan inilah yang akan dijadikan dasar Kementerian mengambil keputusan.

Petisi “Selamatkan Beruang Kelaparan di Kebun Binatang Bandung,” dibuat Yayasan Scorpion Indonesia. Video beruang madu yang kurus-kelaparan, bahkan memakan kotoran mereka sendiri, turut ditautkan dalam halaman petisi tersebut.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Kebakaran Landa Toko Rotan dan RM Ampera Bandung

Kebakaran Landa Toko Rotan dan RM Ampera  Bandung
BandungAktual.com -- Kebakara melanda Toko Rotan dan Rumah Makan (RM) Ampera Rancabolang di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (17/1/2017) siang.

Kepulan asap membumbung tinggi dan terlihat jelas dari Jembatan Layang Kiaracondong.

Dilansir Pikiran Rakyat, api masih terus berkobar hingga pukul 14.00 WIB i toko perajin rotan di Jalan Soekarno Hatta, belokan Rancabolang.

Mobil pemadam kebakaran masih kesulitan mencapai lokasi karena terjebak macet panjang di area tersebut.

Selain membakar gudang rotan Nanjung Furniture, api juga menghanguskan sebagian RM Ampera dan satu rumah warga. Belum diketahuai penyebab kebakaran. Sekitar 10 mobil pemadam kebakaran dikerahkan.

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut meskipun kerugian ditaksir miliaran rupiah. Kemacetan dari dua arah tidak dapat dihindari.

Kebakaran Landa Toko Rotan dan RM Ampera  Bandung
Menurut Kepala Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung, Ferdi Ligaswara, kebakaran itu menghanguskan lima bangunan dan satu rumah makan.

Kelima bangunan itu di antaranya bangunan pembuatan rotan, bengkel, dan beberapa warung kecil. Kebakaran tersebut, mulai terjadi sekitar pukul 12.45 WIB.

"Kebakaran terjadi dugaan sementara bersumber dari kios pembuatan rotan. Awalnya, dari tiner ada percikan api lalu besar tertiup angin menyebrang ke RM Ampera," ujar Ferdi dikutip Republika Online.

Ferdi mengatakan, lokasi pembuatan rotan tersebut ke RM Ampera sebenarnya cukup jauh yakni sekitar empat meter. Namun, karena angin yang cukup kencang, membuat api membesar dan menjalar kemana-mana. "Rumah Makan Ampera kan terbuat dari kayu dan bambu serta bahan mudah terbakar lainnya," katanya.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Kota Bandung Makin Panas, Suhu Udara Mencapai 31 Derajat Celcius

Kota Bandung Makin Panas, Suhu Udara Mencapai 31 Derajat Celcius
Suhu Kota Bandung di siang hari bisa mencapai 30-31 derajat celcius

BandungAktual.com -- Suhu di wilayah Kota Bandung terasa panas beberapa hari terakhir. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu panas itu merupakan dampak adanya tropikal siklon di utara Filipina.

"Jadi awan hujan sering terbawa angin kencang sehingga tidak terjadi hujan. Hujan terjadi di wilayah timur Indonesia, makanya di Jabar suhunya panas disertai angin kencang," kata prakirawan BMKG Bandung, Yuni Yulianti, Senin (2/1/2017).

Menurut Yun, suhu minimum dan maksimum di Kota Bandung pada awal Januari 2017 memang mengalami peningkatan signifikan dibanding Desember. Suhu di Kota Bandung mencapai 21-31 derajat celcius dengan kelembaban 46 persen-80 dan kecepatan angin 20 km/jam.

"Biasanya di Kota Bandung itu suhunya 19-29 derajat celcius dengan kelembaban di 60-90 persen, makanya udaranya sering terasa sejuk. Kalau sekarang panas diserta angin kecang," kata Yuni dikutip Tribun Jabar.

Dijelaskan, kemungkinan suhu udara panas sampai satu minggu ke depan. Beberapa hari sampai satu minggu ke depan ini diprediksi masih ada hujan, tapi rendah.

"Suhu ini sudah terjadi seminggu terakhir. Makanya sudah jarang hujan. Suhu seperti ini biasanya terjadi di pagi hari, kemudian siang hari. Suhu di siang hari bisa mencapai 30-31 derajat celcius," kata Yuni.*

Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Pemkot Bandung Siapkan Dana Rp200 Juta untuk Taman di Tiap RW

Pemkot Bandung Siapkan Dana Rp200 Juta untuk Taman di Tiap RW
Konsep Taman RW yang akan dibuat disesuaikan dengan keinginan warga.

BandungAktual.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan menambah jumlah taman skala RW pada 2017. 

Ditargetkan, ada 25 taman skala Rukun Warga (RW) yang akan dibangun pada tahun depan dengan anggaran Rp200 juta per satu taman.

Menurut Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamana Kota Bandung, Arief Prasetya, tahun depan target ada 25 taman RW yang akan dibangun. "Anggarannya Rp 4 miliar," ujar Arief dalam acara Sarasehan Desain Taman RW/Tematik di Bandung, Senin (19/12/2016).

Menurut Arief, anggaran Rp4 miliar digunakan untuk membangun taman beserta fasilitasnya. Untuk satu taman dianggarkan sekitar Rp200 juta  di luar anggaran pembeliaan lahan.

"Jadi untuk satu taman Rp200 juta. Itu untuk membangun taman dan isinya. Dana itu tidak termasuk untuk membeli lahan, karena itu menjadi bagian aset," katanya

Konsep taman yang akan dibuat  disesuaikan dengan keinginan warga. "Konsep kita selalu berkomunikasi dengan RW setempat. Misalkan, jika di daerah tersebut banyak lansia, kita sesuaikan konsepnya atau banyak pemudanya kita sediakan fasilitas olahraga seperti lapangan bola voli. Kemudian untuk anak-anak kita siapkan ayunan atau perosotan," ucapnya.

Hingga saat ini di Kota Bandung tercatat ada sekitar 120 taman skala RW. Pembangunan taman-taman terseut untuk menambah ruang publik di Kota Bandung.

"Konsepnya Pak Wali penyebaran area taman di RW itu di 30 kecamatan. Jadi kalau kota tidak bisa membuat taman yang besar, bikin taman-taman kecil yang tersebar di RW. Jadi kita beli lahan-lahan milik warga sekitar 100 - 200 meter persegi untuk dijadikan taman," ungkapnya.

Arief juga mendorong kepada para camat untuk segera mengusulkan jika ada lahan-lahan yang dapat dibuat menjadi taman RW. 

 "Saya juga pesan kepada para camat agar bersemangat mengusulkan jika ada lahan-lahan yang dapat dibeli untuk dijadikan taman skala RW," ujarnya. (merdeka).*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Pemkot Bandung Segera Bangun PLTSa di Legoknangka Nagreg

Pemkot Bandung Segera Bangun PLTSa di Legoknangka Nagreg
BandungAtual.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dipastikan segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di kawasan Legoknangka, Nagreg, Kabupaten Bandung.

Pemkot Bandung juga telah menandatangani nota kesepahaman perjanjian jual beli listrik dari PLTSa dengan PT PLN.

Semula, PLTSa akan dibangun di kawasan Gedebage, berdampingan dengan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Namun, lokasi pembangunan PLTSa dipindahkan ke Tempat Pemilahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka milik Provinsi Jawa Barat, seiring dengan keputusan pemerintah untuk merevisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah di Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, dan Kota Makassar.

Dengan dipindahkannya lokasi pembangunan PLTSa, ruang lingkup pabrik pengolahan sampah ini pun meluas menjadi Bandung Raya, bukan hanya kota Bandung.

"Perpresnya mau diubah, skopnya menjadi Bandung Raya, bukan lagi Kota Bandung. Itu setelah mereka (pusat) evaluasi karena mereka sudah ke lapangan,” ujar Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat, Bambang Rianto, Senin (5/12/2016), dikutip Pikiran Rakyat.
Bambang menyatakan, saat ini Pemprov Jabar tengah menyelesaikan proyek pembenahan fisik TPPAS Legoknangka. Dana proyek itu bersumber dari APBN senilai Rp 86 miliar. 

”Yang pa­ling penting, ada investor di sana (untuk mengolah sampah). Jumlahnya belum tahu karena pas mau dilelang, datang ini (revisi perpres),” ujarnya.

TPPAS Legoknangka memiliki luas 74,6 hektare dan mampu menampung 1.500 ton sampah tiap hari. Dalam pengolahan, 10% dari total sampah itu akan menghasilkan residu abu yang bisa dijadikan bahan baku batu bata.

Selain pindah lokasi ke Legoknangka, teknologi yang digunakan PLTSa pun bukan lagi teknologi pembakaran (insinerator), melainkan teknologi yang ramah lingkungan biodigester, berupa pengolahan sampah organik dengan cara fermentasi anaerob (tanpa oksigen).

Dengan teknologi biodigester, pengolahan sampah organik tidak dilakukan melalui sistem pembakaran sehingga dipastikan akan lebih ramah lingkungan.

Biodigester diharapkan mampu menggeser pola pengelolaan sampah yang tadinya tersentralisasi di sebuah TPA, menjadi terdesentralisasi atau pengolahan sampah yang dilakukan lebih dekat dengan sumbernya. *


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at: