Showing posts with label Headline. Show all posts
Showing posts with label Headline. Show all posts

Klasemen Liga 1 Terbaru: Persib Bandung Kembali ke Papan Bawah

Klasemen Gojek Traveloka Liga 1 2017 Terbaru: Persib Bandung Kembali ke Papan Bawah.

BandungAktual.com -- Setelah sempat naik ke posisi empat besar di pekan ke-10 Liga 1, Persib Bandung kembali merosot ke posisi papan bawah kasemen.

Terpuruknya Persib Bandung di klasemen akibat kembali kalah. Di pekan ke-11, Maung Bandung menyerah kalah 0-1 dari tuan rumah Barito Putera.

Sempat memberi harapan usai menang 1-0 atas Persiba Balikpapan di pertandingan pekan ke-10, Minggu (11/6/2017), Atep dkk tidak dapat meneruskan tren positif di laga berikutnya.

Akibatnya, Persib kian tercecer di klasemen sementara Liga 1 dengan nilai 16, tertinggal 7 poin dari pimpinan klasemen PSM Makassar.

Puncak klasemen Liga 1 masih diduduki PSM Makassar dengan 23 poin, diikuti Madura United di posisi kedua dengan 22 poin dan Bhayangkara FC di posisi tiga besar dengan 21 poin.

Di laga berikutnya Maung Bandung menjamu PSM Makassar di Stadion GBLA Rabu 5 Juli 2017. Jika kembali imbang apalagi kalah, Persib akan kian terpuruk di papan bawah klasemen Liga 1 dan kian menjauh dari keberhasilan target juara.


KLASEMEN GOJEK TRAVELOKA LIGA 1 TERBARU

#
Team Name
P
W
D
L
F
A
GD
Pts
1
PSM Makassar
11
7
2
2
18
9
9
23
2
Madura United
11
6
4
1
22
9
13
22
3
Bhayangkara FC
11
7
0
4
17
15
2
21
4
Persipura Jayapura
11
6
1
4
15
15
0
19
5
Persija Jakarta
11
5
3
3
12
5
7
18
6
Mitra Kukar
11
5
3
3
20
18
2
18
7
Arema FC
11
5
3
3
9
8
1
18
8
PS TNI
11
5
3
3
18
20
-2
18
9
Persela Lamongan
11
5
1
5
16
12
4
16
10
Barito Putera
11
5
1
5
15
13
2
16
11
Bali United Pusam
11
5
1
5
13
12
1
16
12
Persib Bandung
11
4
4
3
9
8
1
16
13
Sriwijaya FC
11
4
2
5
12
12
0
14
14
Pusamania Borneo
11
4
2
5
16
15
1
14
15
Semen Padang
11
4
2
5
10
17
-7
14
16
Perseru Serui
11
1
3
7
6
16
-10
6
17
Gresik United
11
1
2
8
9
22
-13
5
18
Persiba Balikpapan
11
1
1
9
8
19
-11
4


livescore




Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Survei Pilgub Jabar 2018: Deddy Mizwar Terpopuler

Survei Pilgub Jabar 2018: Deddy Mizwar Terpopuler
Survei Pilgub Jabar 2018: Deddy Mizwar Terpopuler, Kalahkan Popularitas Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi.

BandungAktual.com -- Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) melakukan survei jajak pendapat masyarakat Jawa Barat (Jabar) tentang Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018.

Hasil survei menunjukkan, nama Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar, memiliki popularitas tertinggi dibanding figur lain.

"Dengan 93,7 persen," kata Direktur LKPI Arifin Nur Cahyono saat merilis hasil survei yang dilakukan 20-30 Mei 2017 terhadap 1.816 responden itu,

Di bawah Deddy ada nama Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dengan 89,4 persen, Rieke Diah Pitaloka 89,3 persen, Dede Yusuf 78,2 persen, Ridwan Kamil 51,2 persen, dan Dedi Mulyadi 51,1 persen.

Di posisi berikutnya ada nama Sohibul Iman 46,2 persen, Netty Prasetiyani 42,1 persen, Agung Suryamal 20,1 persen, TB Hasanudin 23,2 persen, dan Mulyadi 10,3 persen.

Deddy Mizwar juga unggul dalam segi elektabilitas dengan 34,5 persen, diikuti Rieke Diah Pitaloka 17,2 persen, Dede Yusuf 10,2 persen, Ridwan Kamil 7,9 persen, Dedi Mulyadi 7,1 persen, Sohibul Iman 4,4 persen, Netty Prasetyani 3,7 persen, Agung Suryamal 2.5 persen, Abdullah Gymnastiar 2,2 persen, Tubagus Hasanuddin 2,4 persen, dan Mulyadi 1,7 persen.

"Sedangkan yang belum memberikan pilihan 6,2 persen," ujar Arifin dikutip JPNN.

Survei yang dilakukan LKPI memiliki tingkat kepercayaan sebesar 95 persen dengan margin of error kurang lebih 2,3 persen.

Baca Juga: Deddy Mizwar Kemungkinan Diusung Gerindra-PKS

Di survei sebelumnya, Deddy Mizwar juga terpopuler. Hasil survei Indo Barometer dan lembaga surveri lain menyatakan, Deddy Mizwar merupakan calon gubernur Jawa Barat 2018 terpopuler dibandingkan calon lainnya.

Popularitas Deddy Mizwar mengalahkan Ridwan Kamil, Dessy Ratnasari, Dede Yusuf, dan Rieke Diah Pitaloka.

Lima calon dengan tingkat pengenalan tertinggi adalah Deddy Mizwar (97,8 persen), Desy Ratnasari (92,1 persen), Dede Yusuf (91,3 persen), Rieke Diah Pitaloka (72,5 persen) dan Ridwal Kamil (65,4 persen).*

Top 10 Cagub Jabar Terpopuler Survei LKPI
  1. Deddy Mizwar (93,7 persen)
  2. Abdullah Gymnastiar (89,4 persen)
  3. Rieke Diah Pitaloka (89,3 persen)
  4. Dede Yusuf (78,2 persen)
  5. Ridwan Kamil (51,2 persen)
  6. Dedi Mulyadi (51,1 persen).
  7. Sohibul Iman (46,2 persen)
  8. Netty Prasetiyani (42,1 persen)
  9. Agung Suryamal (20,1 persen)
  10. TB Hasanudin (23,2 Persen)


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Pemkot Bandung Wajibkan Rumah di Pinggir Jalan Pasang Kamera CCTV

Pemkot Bandung Wajibkan Rumah di Pinggir Jalan Pasang Kamera CCTV
Pemkot Bandung Wajibkan Rumah di Pinggir Jalan Pasang Kamera CCTV.

BandungAktual.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminta kepada warga yang memiliki rumah di pinggir jalan, khususnya di jalan protokol kota Bandung, untuk memasang kamera CCTV.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Didi Ruswandi, Wali Kota Bandung menyatakan wajik bagi para pemilik rumah di pinggir jalan utama Kota Bandung untuk memasang CCTV.

"Pak wali mengimbau rumah-rumah di daerah jalan protokol untuk memasang CCTV. Statusnya wajib," kata Didi, Kamis (18/5/2017), dikutip Kompas.

Pemkot Bandung akan membuat surat edaran agar pemilik rumah di pinggir jalan bersedia melengkapi rumahnya dengan kamera CCTV yang menghadap ke jalan.

Kebijakan yang mewajibkan rumah di pinggir jalan protokol kota Bandung memasang kamera CCTV ini bertujuan untuk membantu Pemkot Bandung melengkapi kekurangan CCTV di sejumlah titik di Kota Bandung.

Pemasangan CCTV ini untuk memudahkan pihak kepolisian mengungkap tindak pidana atau aksi kriminal yang kerap terjadi di Kota Bandung, khususnya pada malam hari yang kerap dilakukan geng motor, begal, dan kriminal lainnya.

"Akan ada keluar surat edaran bersama kapolres dan pemkot untuk rumah yang menghadap jalan protokol. Kriteria sedang disusun. Kita tidak memberikan subsidi, tapi warga diminta berkontribusi," jelas Didi.

Dijelaskan Didi, selama ini pihak Polrestabes Bandung kerap kesulitan dalam mengungkap tindak kejahatan yang terjadi di Kota Bandung karena masih terbatasnyaa jumlah kamera CCTV yang tersebar di beberapa wilayah.

"Selama ini kalau ada yang tidak terpantau tindak kejahatan mereka minta data ke kami atau Bandung Command Centre. Hal itu lebih cepat," ungkapnya.

Pemkot Bandung sendiri berencana menambah ratusan unit kamera CCTV di Kota Bandung, terutama di titik-titik penting yang rawan kejahatan, kemacetan, serta kecelakaan lalu lintas.

Pendataan titik-titik baru yang akan dipasang kamera CCTV diserahkan kepada Polrestabes Bandung.

"Pak wali kota menyerahkan ke kapolres soal penambahan titik mana yang urgen. Ada 500 titik dalam ragka percepatan," tandasnya.

Kriminalitas kerap terjadi di Kota Bandung khususnya pada malam hari.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

NasDem Usung Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar Munculkan Sentimen Negatif

NasDem Usung Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar Munculkan Sentimen Negatif
BandungAktual.com -- Partai Nasdem mendeklarasikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur Jawa Barat 2018 di Tegallega, Minggu (19/3/2017).

Rupanya, kesedian Emil --sapaan akrabnya-- diusung Nasdem mendapat respons negatif dari netizen ataupun fansnya.

Diberitakan Pikiran Rakyat, banyak netizen yang menanggapi pencalonan Ridwan Kamil tersebut dan sentimennya cenderung negatif.

Akun Instagram @rezawawaw misalnya, dengan tegas mengatakan bahwa NasDem hanya memanfaatkan Ridwan Kamil untuk mendongkrark kredibiitas partainya.

"Partai Nasdem gak punya kader, jadi dia cari nama dan start duluan karena dia tau kang Emil sangat potensial menang. Emang dasar Nasdem,” tulisnya.

NasDem merupakan partai yang baru dan dalam pemilu legislatif tahun 2014, NasDem hanya mendapatkan 1.035.729 suara atau sekitar 4,89% persen.

Penolakan secara langsung terhadap pencalonan Ridwan Kamil yang diusung partai disampaikan oleh akun @irma11rismaa. Akun itu mengomentari, “dukung kang @ridwankamil tanpa NasDem dan PDIP sayah mah. Kalo Kang Emil diusung sama 2 partai itu, aaaah entahlaaah.”

Ditelusuri, banyak pula netizen yang lebih menyarankan Ridwan Kamil maju menjadi Calon Gubernur dari jalur independen. Kebanyakan komentar tersebut berdasarkan pengalaman dan citra buruk terhadap partai politik, mulai dari isu ketidakadilan hingga relasi agama dan partai politik. 

Bahkan, akun @nonihakim18 menceritakan bahwa ayahnya sangat kecewa dan tidak ingin lagi mendukung Ridwan Kamil jika diusung NasDem dan PDIP. Namun, tak hanya yang menolak dan memberi saran, dukungan pun masih tetap hadir.

Kesediaan Emil diusung Nasdem menjadi isu hangat di media sosial, umumnya bernada negatif. Akun Facebook Emil diserbu komentar bernada penarikan dukungan, di antaranya:

  • Kang emil,, dikantun heula ku abdi sakulawargi,,,wassalam
  • Maaf Kang Emil, Saya gk jadi dukung Kang Emil.
  • Awalnya akang sangat saya harapkan bisa jadi Gubernur Jawa Barat karena saya Rakyat Jawa Barat tapi bukan Rakyat Bandung. Tapi karena yang usung Akang itu Partai yang banyak bikin kontroversi, pembela penista Al-Quran, dan banyak menyudutkan Islam lewat Media yang dia punya, Saya gak bisa dukung akang kecuali akang diusung Partai Lain.
  • Jika benar maju bersama nasdem atau pdip saya tarik dukungan, saya tidak lagi mendukung bapak, idealisme pemimpin itu mutlak harus dimiliki, idealisme pemimpin terlihat dengan siapa teman akrabnya.
  • Asw.kang hampura demi Allah sama ga ridho kang Emil didukung sama partai yang sangat benci sama Islam.akhirnya saya harus benar2 hrs selektif lg memilih pemimpin.karna saya takut di akhirat nanti saya dimintai pertanggungjawaban.Saya takut sama API NERAKA.nuhun kang
  • Kang Emil,kuring mh sedih ningal kang Emil jadi cagub jabar,tapi sareng partai nu eta...sedih pisan kanggg....sumpah...teu ridho Lillahita'ala...
  • Pemimpin muslim yang kita bangga2kan kok bersedia diusung oleh partai pendukung penista agama. Saya kecewa. Saya tarik dukungan untuk kang emil
  • Ga nyangka kang emil gila kekuasaan oge,,tahapan pilgub jabar masih lama,,knapa ga bisa nahan diri dlu,,knapa begitu d tawaran ku partai pendukung si penista langsung nyanggut wae?? Yakin tanpa mahar?? Asa moal bukti na eta partai menta jatah JAKSA AGUNG ka pemerintahan ayeuna!! Kecewa kang !!
  • Ekspektasina independen...Realitana Nasdem....kecewa pisan kang..haturnuhun punten
  • Hamba partai, pilgub jabar maaf sy gak akan pilih kang RK. Al Qur an , Al Maidah 51 lebih berharga dibandingkan partai penista Al Qur an dan Ulama. Lebih baik dukung Essien di Persib Bandung.
  • Punten kang Ridwan kamil, Nembe ayena abdi kecewa ka kang emil, salawas ieu kang Emil sae mimpin kota bandung, tapi dinten ieu abdi kecewa pisan ka kang emil, anu narima diusung ku partai pendukung penista al quran, TV na sering memojokan islam, ieu mung ungkapan hate abdi anu tos dikecewaken ku panutanna.
  • teu nyangka kang emil nu agamis mau di pinang sama partai nasdem yang mendukung si penista dan selaku ceo metro tivu,,sudah bukan rahasia lagi kalo metro tivu itu selalu menyudutkan agama islam,,,warga jabar lebih cinta agama daripada harus memilih pem...

Blunder Politik

Pengamat politik dari Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Unpad, Muradi, menilai deklarasi Nasdem untuk Emil maju sebagai Cagub Jabar berpotensi blunder politik bagi masa depan karier politik Emil.

Menurutnya, langkah terlalu dini menerima pinangan untuk dicalonkan sebagai cagub pada pilgub 2018 mendatang menjadi potensi masalah yang tidak sedikit.

Ditegaskan, ada lima alasan mengapa potensi RK melakukan blunder politik. Pertama, deklarasi tersebut membuat warga Kota Bandung merasa ditinggalkan dengan sisa waktu kurang dari dua tahun.

"Kehadiran RK pada deklarasi tersebut juga mensiratkan ambisi politik RK yang menggebu. Secara etika politik, baik bagi RK untuk tetap fokus menuntaskan program kerjanya di Bandung. Meski tetap membangun komunikasi dengan partai politik dan relawan dalam kerangka Pilgub jabar 2018," ujar Muradi, Senin (20/3/2017), dikuti Tribun Jabar.

Sebab, lanjutnya, pasca deklarasi juga akan membawa konsekuensi mengganggu konsentrasi RK dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai kepala daerah di kota bandung.

"Yang kedua, deklarasi tersebut juga secara eksplisit menutup ruang koalisi bersama dalam pengajuan RK sebagai bakal cagub jabar 2018. Dengan hanya 5 kursi di DPRD Jabar, keberadaan Nasdem tentu tidak akan bisa mengajukan sendiri dalam mengusung Rk, perlu dukungan dari partai lain," tegasnya.

Langkah Nasdem dengan mengambil momentum tersebut, bagi Muradi, hanya akan menbuat partai lain berpikir dua kali untuk ikut dalam gerbong dukungan ke RK. Sementara partai politik lain yang sejak awal ingin mengusung RK juga akan mengambil sikap yang sama.

Situasi ini, yang ia anggap akan menyandera RK dalam situasi politik yang tidak cukup nyaman. Hal ketiga, RK berpotensi tersandera oleh politik kepentingan dari Partai Nasdem.

Hal keempat, pasca deklarasi tersebut, akan mengubah peta politik di Jawa Barat. Partai-partai politik yang sejak awal menunggu waktu yang tepat kemudian melihat situasi tersebut, bukan tidak mungkin akan membangun barisan yang lebih kokoh namun pragmatis.

"Misalnya Partai Golkar dan PDIP yang kecil kemungkinannya melakukan koalisi dengan PKS, maka hal tersebut dimungkinkan untuk mengusung calon yang dianggap bisa mematahkan posisi politik RK di Jabar," tuturnya.

Hal kelima, lanjut Muradi lagi, karena peta berubah, maka potensi hasil survei juga akan mengubah hasil dari yang selama ini beredar dari hasil sejumlah survei di Jawa Barat.

Jika sinisme menguat karena deklarasi yang terlalu dini untuk maju di Jabar, maka posisi RK berpotensi secara bertahap akan goyah juga dan tergeser dari puncak.

"Situasi ini jika tidak dikelola dengan baik, maka nasib RK akan sama Dede Yusuf pada Pilgub 2013. Yang sistematis tergeser terjun bebas, kalah pada Pilgub 2013. Padahal Dede yusuf sejak awal selalu memuncaki hasil survei," Muradi menegaskan.

Alasan Ridwan Kamil

Emil sendiri, lewat akun Instagramnya, memberikan tujuh alasan ia maju dalam Pilgub Jabar. Ia pun sadar banyak pertanyaan yang muncul dengan pencalonannya tersebut.  Berikut ini jawaban Ridwan Kamil yang dikutip Republika, Selasa (21/3). 

Banyak yang bertanya KENAPA?

Jawabannya sangat multi dimensi
1. Menjadi cagub itu resminya jika sudah mendaftar ke KPUD. Dalam perjalannya masih banyak belokan dan lika-liku. Bisa seperti tokoh-tokoh di Jakarta yang heboh2 di awal ternyata tidak jadi. Bisa seperti yang sudah dideklarasikan eh bisa berubah di hari H-1 oleh nama baru.

2. Hari ini sebagai independen sifatnya menerima dengan baik aspirasi siapapun yang berniat baik mendukung. Adabnya berterima kasih ketimbang menolak yang terkesan sombong. Toh keputusan pastinya masih jauh. Esok lusa ada tambahan dukungan ya ditunggu, tidak juga ya diterima saja takdirnya.

3. Kenapa dengan partai ini atuh. Kenapa tidak dengan partai2 terdahulu? karena partai2 terdahulu, sudah dikomunikasikan, namun belum ada jawaban. belum pasti juga mau. dan masing-masing punya jadwal dan prosedur sendiri yang harus dihormati. Boro geer geder rasa pasti didukung, apek teh ternyata teu jadi?

4. Setiap pilihan situasi politik selalu ada yang suka dan juga tidak suka. Saya sudah melaluinya di tahun 2013. Setengah pertemanan saya balik kanan karena saya mau pilwakot didukung partai. SEidh? iya. Tapi saat itu dilalui saja prosesnya dengan ikhlas. Dan dibuktikan dengan bekerja dengan maksimal saat terpilih jadi walikota. Sebagian pertemanan itu tidak balik lagi.

5. orang berpikir ini semata syahwat politik? kalo ikut shahwat mah, Bandung sudah ditinggalkan ikut nyagub di DKI kemarin. Tahun depan 2018 itu saya menggenapkan tugas sebagai walikota selama 5 tahun. Selesai on time.
Janji Bandung belum beres? betul. Namun masih ada 2 tahun anggaran 2017 dan 2018 untuk dibelanjakan mengejar sisa mimpi.

6. Tidak terpilih lagi? tidak masalah, da saya mah bukan pengangguran. tidak punya niat cari nafkah dari politik. Kembali jadi dosen dan arsitek adalah kebahagiaan yang kembali pulang

7. Jadi jika sekarang ada yang bully "saya akan jadi pembenci akang seakrang", "maaf saya unfollow", "bye kang RK" dkk itu sudah takdiran berpolitik. Tidak akan baper. Karena politik adalah cara memperjuangkan nilai dan cita-cita. Dan dalam prosesnya tidaklah akan pernah, sampai kapanpun, menyenangkan semua orang.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Ikon Baru Bermunculan, Kota Bandung Kian Menarik Dikunjungi

Ikon Baru Kota Bandung Bermunculan, termasuk Teras Cihampelas dan Trotoar Dago.

BandungAktual.com -- Kota Bandung identik dengan Gedung Sate (Gedong Sate), Gedung Merdeka (Gedung Konferensi Asia-Afrika/KAA), dan belakangan identik pula dengan Jembatan Layang Pasupati. Ketiganya menjadi ikon (icon) terpopuler Kota Bandung.

Ikon baru Kota Bandung bermunculan seiring gencarnya penataan kota di era Pemerintahan Wali Kota Ridwan Kamil, seperti pembangunan sejumlah taman kota.

Terbaru, Pemkot Bandung menata Trotoar Jalan H Juanda (Dago), membangun Jembatan Layang Antapani, dan Teras Cihampelas (Sky Walk). Ketiganya menjadi ikon baru Kota Bandung yang bisa menjadi objek wisata bagi warga Bandung dan wisatawan.

Trotoar Dago - Jln Ir. H. Juanda

Trotoar Dago - Jln Ir. H. Juanda

Trotoar Dago - Jln Ir. H. Juanda. Foto:Detik.com.*

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyebut Trotoar Dago yang baru selesai ditata mirip di Barcelona, Spanyol. 

Tempat pejalan kaki di pinggir Jalan Raya Ir. H. Juanda itu membentang indah mulai dari Simpang Dago hingga Jalan Merdeka. Selain lebih luas, Trotoar Dago difasilitasi tempat duduk dan parkir sepeda. 

Teras Cihampelas (Skywalk Cihampelas)

Teras Cihampelas (Skywalk Cihampelas)
Teras Cihampelas - Skywalk. Foto: Google Map.*


Teras Cihampelas merupakan Sky Walk pertama di Indonesia. Jembatan layang di atas Jalan Cihampelas Kota Bandung ini menyuguhkan berbagai pilihan kepada warga, seperti menikmati pemandangan Kota Bandung dari ketinggian, berjalan-jalan, hingga wisata kuliner dan belanja busana.

Panjang Teras Cihampelas mencapai sekitar 500 meter, membentang dari RS Advent Bandung hingga Cihampelas Walk (Ciwalk). Ketinggian jembatan mencapai 4,6 meter dari permukaan jalan. 

Kawasan Cihampelas pun tidak lagi semrawut. Para pedagang kaki lima telah dipindahkan ke Teras Cihampelas dan menempati kios berwarna-warni. Kios-kios itu ditempati pedagang kuliner, aksesoris, dan oleh-oleh khas Bandung. 

Tiap pengunjung bisa duduk bersantai sambil menyantap jajanan khas Kota Bandung serta membawa buah tangan dengan harga miring.

Menurut Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, Teras Cihampelas ini adalah yang kedua di dunia setelah kota New York, Amerika Serikat. Kota Bandung adalah yang pertama di Indonesia sehingga seharusnya tak akan terlalu sulit menggaet wisatawan.

Jembatan Layang Antapani (Pelangi)

Jembatan Layang Antapani (Pelangi)
Jembatan Layang Pelangi Antapani. Foto: Kompas.com.*


Jembatan Layang Antapani di Jalan Jakarta dinamai jalan layang “Pelangi”. Jalan Layang Pelangi merupakan kerja sama Pusat Penelitian Pengembangan di Pusat Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Pemerintah Kota Bandung, dan Posco Steel Korea. 

Dengan panjang 300 meter, jalan yang menghubungkan Jalan Jakarta dan Jalan Terusan Jakarta itu merupakan Overpass Pelangi Antapani yang sering dilanda kemacetan pada pagi dan sore hari.

Dengan bermunculan ikon-ikon baru Kota Bandung, warga Bandung dan sekitarnya makin nyaman melakukan "wisata kota". 

Hanya saja, Pemkot Bandung masih punya tugas berat mengatasi kemacetan lalu-lintas dan banjir saat hujan deras mengguyur kota. (detik/antara/kompas).*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Ridwan Kamil Antara Pilgub Jabar dan Kembali Jadi Wali Kota Bandung

Ridwan Kamil Antara Pilgub Jabar dan Kembali Jadi Wali Kota Bandung
BandungAktual.com -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menyatakan dirinya akan memutuskan maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat atau kembali jadi calon Wali Kota Bandung periode kedua setelah ada pemenang Pilgub DKI Jakarta.

Emil --sapaan akrabnya-- mengemukakan hal itu di di Balai Kota Bandung saat makan siang bersama di sebuah restoran di Kota Bandung, Rabu (8/2/2017), bersama wartawan yang biasa meliput  di Balai Kota.

Makan siang dilakukan atas undangan Emil dan istrinya, Atalia Praratya. Dalam kesempatan tersebut, Emil dan istrinya berterima kasih atas kerja sama yang dijalin selama ini dengan wartawan. 

Menurut Emil, sebagai wali kota Bandung, kemungkinan tahun ini merupakan tahun terakhir kerjanya berjalan efektif. Ini karena pada 2018 akan digelar Pemilihan Wali Kota Bandung dan Pemilihan Gubernur Jabar. 

Langkah politik Emil selanjutnya, ditegaskan akan berdasarkan satu hal. "Saya akan menentukan keputusan setelah Pilgub DKI ada pemenangnya," kata Emil dikutip Republika, Rabu (8/2/2017).

Emil mengatakan, ia akan cuti dari jabatannya sebagai Wali Kota Bandung kalau akan mencalonkan kembali sebagai calon Wali Kota Bandung atau Ia akan mundur menjadi dari jabatannya kalau mencalonkan diri dalam Pilgub Jabar.

"Saya belum menentukan yang mana. Tapi, yang jelas ini tahun terakhir, terima kasih atas kerja samanya. Tahun ini, saya juga akan umrah," katanya.

Emil berharap, hubungan antara dirinya dengan wartawan masih bisa terus terjalin sebagai hubungan antarmanusia. Walaupun tak menjabat lagi sebagai Wali Kota Bandung, kata dia, dirinya tetap sebagai Ridwan Kamil.

"Kita tetap bersilaturahim ya walaupun sudah tak jadi wali kota," katanya.

Emil Ungguli Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi dalam Survei

Emil bersama Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar disebutkan lembaga survei Indonesia Strategic Institut (INSTRAT) ‎sebagai dua nama paling layak maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat 2018. Kedua tokoh itu dinilai sama-sama memiliki popularitas dan elektabilitas memadai.

"Kedua tokoh ini (Ridwan Kamil dan Deddy Mizwar) dianggap paling layak maju sebagai calon gubernur. Ridwan Kamil unggul tipis dari segi kelayakan. Tapi Deddy Mizwar dari popularitas," ungkap Direktur INSTRAT, Jalu Pradhono Priambodo, dalam sebuah diskusi tentang 'Masa Depan Panggung Kepemimpinan di Jawa Barat' di Hotel Mitra Jalan WR Supratman Bandung, Senin (16/1/2017).‎

"Tapi jangan lupa, ini masih ada waktu satu setengah tahun lagi. Semuanya masih bisa berubah," imbuhnya dikutip Merdeka.

Disebutkan, meski Deddy Mizwar menjadi tokoh paling dikenal di Jabar, tetapi top of mind dari masyarakat Jawa Barat terkait bakal kandidat Gubernur Jawa Barat mendatang secara berurutan ditempati Ridwan Kamil, lalu Deddy Mizwar, disusul Dedi Mulyadi.‎

Dalam survei, Ridwan Kamil memiliki elektabilitas tertinggi bila mencalonkan diri jadi bakal calon gubernur Jawa Barat dengan 35,1 persen, disusul Deddy Mizwar 17,4 persen dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi di posisi ketiga dengan 10,9 persen.

"Berdasarkan hasil survei kelayakan ketiga tokoh itu, Ridwan Kamil dianggap layak dengan 58,9 persen. Sedangkan Deddy Mizwar dengan angka 53,8 persen serta Dedi Mulyadi 38,7 persen," ujarnya.

Selain Deddy Mizwar, kepopuleran yang masuk dalam radar INSTRAT yakni mantan Wakil Gubernur Gubernur Jabar Dede Yusuf dengan tingkat popularitas 89,7 persen dan Desy Ratnasari 86,9 persen.‎*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Pemkot Bandung Berlakukan Voucher Elektronik Pengganti Raskin

Pemkot Bandung Berlakukan Voucher Elektronik Pengganti Raskin
BandungAktual.com -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberlakukan voucer elektronik (e-voucher) sebagai pengganti beras miskin (raskin) mulai 2017.

Dengan e-voucher senilai Rp110.000 per bulan itu, warga kurang mampu di Kota Bandung tak akan lagi menerima pembagian raskin. Warga bisa memilih dan membeli beras sesuai dengan selera, bahkan voucher bisa juga untuk membeli telur.

Menurut Kepala Dispertapa Kota Bandung, Elly Wasliah, dengan e-voucher ini, warga bisa membeli beras pandan wangi, rajalele, atau beras jenis apa saja, serta bisa dibelanjakan untuk membeli telur.

"Setiap bulan voucher akan terisi Rp 110 ribu jika tidak terpakai tidak hilang," ujar Elly dikutip Tribun Jabar.

Untuk mendapatkan e-voucher masyarakat juga tidak usah mengantre karena pembagian kartu sudah diatur bank. Voucher juga tiap bulan sudah diisi otomatis oleh bank.

"Bank juga memverifikasi data warga miskin, sehingga kami tidak melakukan verifikasi ulang," ujar Elly.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) akan melakukan uji coba penggunaan e-voucher sebagai pengganti raskin reguler di 44 kota dan kabupaten di Indonesia.

"Di Jawa Barat hanya enam Kota di antaranya Kota Bandung dan Cimahi sedangkan Kabupaten Bandung masih pembagian raskin reguler," ujar Elly.

Elly mengatakan, Kota Bandung mendapat jatah e-voucher 69.878 RTS, jumlah ini meningkat dibanding penerima raskin 62.255 RTS.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at:

Stadion GBLA Jadi Ajang Balap Liar, Polisi Diminta Bertindak

Stadion GBLA Jadi Ajang Balap Liar
BandungAktual.com -- Akses jalan masuk ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dijadikan ajang balap liar anak-anak remaja dengan sepeda motor knalpot bising yang meraung-raung hampir tiap sore.

Warga sekitar yang merasa terganggu dengan kebisingan hampir tiap sore itu meminta polisi bertindak dengan merazia dan mengamankan Stadion GBLA.

Salah seorang warga sekitar, Asep, menyatakan, dirinya sudah sering melaporkan aktivitas balap liar di Stadion GBLA itu kepada RT, RW, Lurah, bahkan Wali Kota dan Polda Jabar via WhatsApp, SMS, dan Twitter.

"Sejauh ini baru ada tanggapan sekali. Hari Minggu (24/1/2016) ada mobil patroli datang. Suasana relatif aman, namun keesokan harinya, para pelapan liar beraksi lagi," ujar Asep.

Ia menambahkan, jamaah masjid raya yang ada di dekat stadion juga merasa tertanggu ketika mereka shalat. Knalpot bising meraung-raung tanpa ada tindakan tegas dari pihak berwenang.

"Warga bisa saja bertindak, tapi masa sih harus warga, nanti dianggap melanggar aturan, kecuali diizinkan polisi dan pihak berwenang," tegasnya.

Warga meminta akses jalan masuk stadion yang sedang dalam penyelidikan Mabes Polri terkait kasus korupsi itu dibatasi hanya untuk pejalan kaki dan kendaraan proyek.

"Sepeda motor dilarang masuk, kecuali ada petugas yang jaga di portal dekat akses jalan dari tol," ujarnya.

Menurut Asep, jika kesabaran warga tidak bisa dibendung, bisa terjadi aksi pelemparan batu terhadap para pebalap liar itu dan tentu akan menimbulkan masalah baru. Karenanya, ia berharap polisi dan pihak berwenang mengamankan sekitar Stadion GBLA dari balapan liar.*


Bandung Aktual
Bandung Aktual Updated at: