Desa Tegalluar Bakal Jadi Pusat Pemerintahan Jabar, Ini Desainnya!

Desa Tegalluar Bakal Jadi Pusat Pemerintahan Jabar, Ini Desainnya!

Desa Tegalliar, Kecamatan Bojongsoan, Kabupaten Bandung, bakal menjadi pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Ibu Kota Jabar tetap Kota Bandung, namun pusat pemerintahan di Tegalluar.

Menurutnya, pemindahkan pusat pemerintah ini yang disatukan dengan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Tegalluar pun akan berubah menjadi metropolitan baru atau pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.

Tegalluar bersaing dengan Kota Raya Walini (Cikalongwetang, Kabupaten Bandung Barat) dan Kecamatan Kertajati (Kabupaten Majalengka) untuk menjadi pusat pemerintahan Jabar yang baru. Namun, Tegalluar memiliki keunggulan yaitu memiliki Stasiun Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung atau Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Selain itu, Tegalluar juga memiliki keunggulan lainnya yang membuat kawasan ini paling potensial menjadi pusat pemerintahan Jabar yang baru, yakni akses jalan Tol dan dekat dengan Stadion GBLA serta Masjid Terapung Al-Jabbar di Gedebage. Tegalluar memang bertetangga dengan Gedebage, hanya terpisahkan jalan Tol Padaleunyi.

Baca Juga

“Potensi Tegalluar bagus karena simpulnya di situ. Hendak ke Cisumdawu di situ, ke Jakarta, Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya), kereta cepat juga di situ. Jadi kawasan ini sangat strategis. Dari situ ke Stadion GBLA juga tinggal menyeberang, ke Masjid Al Jabbar cuma lima menit,” kata Ridwan Kamil.

Desa ini sudah memiliki infrastruktur pendukung. Mulai dari kereta cepat Jakarta-Bandung, jalur LRT, tol Ujungberung-Gedebage-Majalaya, dan tol Cigatas.

Desa Tegalluar Bakal Jadi Pusat Pemerintahan Jabar, Ini Desainnya!

Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupdaten Bandung, Tegalluar disebut sebagai kawasan strategis cepat tumbuh dan berpengaruh pada ekonomi kabupaten Bandung.

“Penetapan ini didasari oleh potensi ekonomi kawasan yang akan berpengaruh secara regional terhadap ekonomi kabupaten Bandung, khususnya bagian timur dengan adanya pembangunan infrastruktur strategis di kawasan tersebut,” seperti yang tertulis pada dokumen RPJMD tersebut.

Kereta cepat sendiri direncanakan akan mulai beroperasi pada Juli 2023. Sementara untuk tol Cigatas sedang masuk segmen 1 tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap dengan panjang 206,5 km.

Menurut Kementerian PUPR, konstruksi tahap pertama dari Gedebage hingga Tasikmalaya ditargetkan pada 2022 ini. Tol tersebut direncanakan akan selesai tahun 2024 mendatang.

Sementara itu untuk jalur Tasikmalaya hingga Cilacap dijadwalkan selesai pada tahun 2029.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan beroperasi pada Juli 2023. Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya masuk pada segmen 1 tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap dengan panjang 206,5 km. (CNBC)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *