Penonton yang menyalakan flare dan kembang api bukan Bobotoh, tapi suporter tim lain yang menyamar jadi Bobotoh.
Akibat oknum Bobotoh menyalakan flare dalam laga kontra Arema, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp20 Juta bagi Maung Bandung.
Persib terancam sanksi yang lebih berat, yakni tak boleh disaksikan penonton, jika masih ada oknum Bobotoh menyalakan flare dan kembang api di stadion.
"Bila oknum Bobotoh terus mengulang menyalakan flare dan kembang api, bisa jadi Persib dapat disanksi bermain tanpa penonton," Media Officer Persib, Irfan Suryadireja, dikutip Tribun Jabar.
"Itu yang kami khawatirkan, tentu itu kerugian besar buat Persib," tambahnya.
Irfan berpesan, jangan sampai ulah oknum merugikan banyak pihak yakni Persib maupun Bobotoh itu sendiri.
"Jangan sampai karena ulah satu dua oknum bobotoh, semua dirugikan."
"Kalau Persib disanksi tanpa penonton, bukan hanya Persib yang dirugikan. Tapi semua bobotoh juga kena imbasnya," tegasnya.
"Jangan sampai karena ulah satu dua oknum bobotoh, semua dirugikan."
"Kalau Persib disanksi tanpa penonton, bukan hanya Persib yang dirugikan. Tapi semua bobotoh juga kena imbasnya," tegasnya.
Saat turnamen TSC 2016, Persib Bandung kenda denda hingga Rp200 Juta lebih akibat ulah kampungan dan norak oknum Bobotoh menyalakan flare dan kembang api.
Bahkan, diduha penonton yang menyalakan flare dan kembang api adalah bukan suporter Persib (Bobotoh), melainkan suporter tim lain yang menyamar dan menyusup ke kalangan Bobotoh.
Suporter tim lain tersebut ditengarai sengaja selalu membawa flare dan kembang api untuk merugikan nama baik Bobotoh dan Persib Bandung.*

Post a Comment