Peristiwa kebakaran tersebut cukup mengejutkan, mengingat aktivitas di kantor tersebut sedang tidak sepi karena letak kantor redaksi dengan gedung percetakan koran berdekatan.
"Peristiwanya subuh karena pas malamnya situasi masih aman-aman saja," kata Salah seorang Asisten Redaktur Rubrik Olahraga PR, Mohamad Arief Gunawan kepada VIVAnews, Sabtu pagi, 4 Oktober 2014.
Arief mengaku belum mendapatkan informasi terkait penyebab kebakaran dan ada atau tidak korban jiwa dalam insiden itu.
Menurut dia, hingga Sabtu pagi petugas pemadam kebakaran masih melakukan upaya pemadaman meski api sudah tidak besar. Namun, dia menduga kebakaran dipicu hubungan arus pendek listrik.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi mengatakan peristiwa kebakaran berlangsung sekitar pukul 06.00 WIB, Sabtu (4/10/2014). "Api diduga mulai muncul di lantai dua," ucap Mashudi di lokasi kejadian.
Sekitar pukul 07.00 WIB petugas pemadam pun berhasil memadamkan api yang meluluhlantakan aset redaksi HU Pikiran Rakyat tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mengalami kerugian besar. Pasalnya, data dan arsip yang tersimpan puluhan tahun, ikut terbakar.
Pantauan di lokasi pada pukul 08.25 WIB, kondisi api sudah padam. Petugas Dinas Pencegahan Kebakaran (Diskar) Kota Bandung melakukan pendinginan di area bangunan redaksi Pikiran Rakyat.
Api membakar satu bangunan yang digunakan untuk aktivitas redaksi koran terbesar di Jawa Barat ini. Di dalam bangunan yang ludes terbakar itu antara lain berisi ruang redaksi, layout dan ruang fotografer. Ruang Pemred dan Sekred pun gosong terjulat kobaran api. (detik.com/viva.co.id/pikiran-rakyat.com).*


