Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) via internet ini betujuan mencegah adanya kolusi alias "titip-menitip". Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjelaskan, pemberlakuan PPDB Online dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan intervensi dari orangtua murid dalam penerimaan siswa.
"PPDB Online ini melibatkan pakar dari ITB berbasis ISO-27000," ujar Emil --sapaan akrab Ridwan Kami-- saat konferensi pers di Pendapa Kota Bandung, Jumat (6/6/2014).
"PPDB Online ini melibatkan pakar dari ITB berbasis ISO-27000," ujar Emil --sapaan akrab Ridwan Kami-- saat konferensi pers di Pendapa Kota Bandung, Jumat (6/6/2014).
Emil menambahkan, PPDB Online tersebut juga diharapkan bisa menghindari titip-menitip siswa serta jual beli kursi.
"Oleh karena itu, ke depan tidak ada lagi kegiatan ilegal. Kita buat PPDB Online untuk menyiasati sistem yang rawan," ujarnya.
PPDB Online Kota Bandung ini dibuat terpusat satu pintu. Lokasi kantornya pun dirahasiakan sehingga tidak akan diketahui oleh orangtua siswa ataupun "yang mau nitip".
"Oleh karena itu, ke depan tidak ada lagi kegiatan ilegal. Kita buat PPDB Online untuk menyiasati sistem yang rawan," ujarnya.
PPDB Online Kota Bandung ini dibuat terpusat satu pintu. Lokasi kantornya pun dirahasiakan sehingga tidak akan diketahui oleh orangtua siswa ataupun "yang mau nitip".
Tim PPDB dipimpin langsung oleh Emil sendiri sebagai Wali Kota Bandung, beranggotakan Wakil Wali Kota, Ketua DPRD Kota Bandung, Komandan Kodim, Kepala Polrestabes Bandung, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Ketua Pengadilan Negeri.

Post a Comment